LAD||11

2.3K 138 12
                                        

Spam komen yuk! Sama Vote nya jangan lupa! 😍😘📢📢

Selamat membaca 💚🍑
______________________________________
.
.

Pagi ini Shan sedang berjemur di bawah sinar matahari, Jaehyun sudah berangkat ke kantor dan tinggallah Shan dirumah.

"Shan!"

"Jeno, ada apa?"

"Ah begini, aku ingin mengajakmu pergi jalan-jalan keluar, kau mau? Kita pergi ke pantai bagaimana?" Seru Jeno.

Shan nampak berpikir "aku mau... Tapi Jaehyun sepertinya tidak akan mengijinkan kita pergi"

Jeno memegang bahu Shan seraya tersenyum "kau tenang saja, urusan ijin ke Jaehyun biar aku yang urus" ucapnya.

Shan menyingkirkan tangan Jeno dari bahunya "aku tidak mau, terakhir kali aku pergi bersama mu Jaehyun marah. Dia bilang kau sama sekali tidak ijin padanya, dan aku yang kena marah''

Jeno menggaruk tengkuknya.

"Soal itu aku minta maaf, aku ingin ijin padanya tapi... Aku lupa dan kupikir itu tidak masalah. Jadi... bagaimana soal jalan-jalan? Mau?"

Menghela nafas panjang, Shan akhirnya mengangguk ragu.

...

"Hah... Segarnya" ucap Shan seraya menarik dan menghembuskan nafasnya.

"Kau suka?" Tanya Jeno.

"Ya"

Mereka berdua menikmati pemandangan pantai yang begitu indah di hadapan mereka.

Shan tersenyum bahagia saat dinginnya air laut menyapa kakinya. Jeno ikut tersenyum saat melihat Shan tersenyum, apalagi saat Shan menggenggam tangannya erat.

"Cantiknya," puji Shan melihat pemandangan laut yang begitu luas dan indah.

"Ya, cantik" balas Jeno, membuat Shan menoleh padanya.

"Benar. Pantai ini sangat cantik"

"Tidak. Bukan hanya pantainya yang cantik" Jeno sedikit memberi jeda pada perkataan nya "tapi seseorang disampingku juga tak kalah cantik"

Ucap Jeno yang langsung ia layangkan pada Shan yang kini berada di sampingnya. Bahkan pipi Shan bersemu merah, rasanya Shan ingin menghilang dari dunia ini saat Jeno tertawa seraya mencubit pipinya.

"B-berhenti mengoda ku, Jeno" Cicit Shan.

"Kau menggemaskan. aku suka, kau"

Bugh

Shan menonjok tepat di perut Jeno keras, walau bagi Jeno itu tidak ada apa-apa nya, namun itu cukup kuat bagi Shan.

"Akh... Kenapa memukul?"

"Karna kau banyak bicara dan membual!" Sahut Shan kemudian berlari meninggalkan Jeno.

"Shan tunggu!" Teriak Jeno yang langsung menyusul Shan.

...

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, Shan dan Jeno sedang duduk di tepi pantai menikmati sunset sambil meneguk air kelapa yang ada di tangannya.

"Hari ini aku sangat bahagia" gumam Jeno.

Shan menaruh kelapanya dan menatap Jeno. "Kenapa? Ah aku tau, kau sangat suka dengan pantai kan? Makannya kau sangat bahagia" tebak Shan.

"Aku memang suka pantai, tapi kali ini berbeda" Jeno mencondongkan tubuhnya pada Shan "ada sesuatu yang lebih kusukai dari pantai saat ini"

"Apa itu?" Tanya Shan, mata mereka saling bertatapan sekarang.

LIFE AND DEATH || JJHCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang