07. Teman Baru

1K 136 39
                                        

Mengingat bahwa persediaan obat milik Felix semakin menipis, Minho membuat jadwal kembali bersama dokter tercintanya, Seungmin untuk check up soal adik kesayangannya, Felix.

"Hari ini anteng, ya dedek. Kan enak gak bandel tiap diajak check up." Tanya Minho pada adiknya itu.

Felix menampakkan wajah cemberutnya, rasanya memalukan jika ia mengingat saat membantah untuk meminum obat dan datang ke dokter Kim Seungmin, ditambah para suster yang membantu untuk menenangkan Felix kala ia tengah tantrum saat check up. Apalagi sampai minggat yang tidak jadi beberapa hari kemarin.

Jangan salah, Felix memang masih sering tantrum hingga sekarang.

"Udah ya, kak. Dedek malu ngingetnya." Jawab Felix.

Minho hanya terkekeh melihat adiknya yang protes saat di ingatkan kembali soal kejadian itu. Padahal tak ada yang salah, toh Minho hanya menganggap semua kejadian itu sebagai lelucon hidup untuk sedikit mewarnai hidupnya yang terlalu sempurna.

Saat sampai, Seungmin sudah sangat menanti kedatangan Minho dan Felix disana. Ia menyambut dengan hangat dan langsung memeluk Felix.

"Udah lama ya gak liat kamu, Lix." Ucap Seungmin.

Felix terkekeh pelan, "Kan janjinya emang satu bulan sekali. Gimana sih, kak."

Seungmin ikut tertawa mendengarnya, "Gak ada niatan ngunjungin kakak diluar jam kontrol gitu? Free buat kamu doang loh ini."

Felix sedikit mengernyitkan dahinya, "Sibuk sih, kapan-kapan deh kak kalo gak males aku nya."

"Kalo mau, hubungin kakak kapan aja ya. Udah anggap kamu kayak adik sendiri, pasien kakak yang paling setia, paling kakak sayang, masa gak didatengin. Sedih ini." Seungmin tersenyum manis sebelum akhirnya mempersilahkan Minho dan Felix masuk ke ruang pemeriksaan.

Belasan tahun bersama walau hanya bertemu satu bulan sekali membuat Seungmin alias dokter Kim sangat menyayangi Felix. Apalagi saat tahu keadaannya yang begitu lemah, rasanya ia tak ingin membiarkan Felix dalam bahaya apapun.

Prosedur medis yang dilakukan juga tak terlalu serius. Hanya mengecek kondisi jantung, pernapasan dan semacamnya. Setelah selesai, seperti biasa Felix diminta untuk menunggu diluar sebentar, membiarkan Minho dan dokternya berbicara.

"Gimana kondisinya, Min?" Tanya Minho.

Bukan, Minho gak manggil dengan sebutan mimin loh ya...

Oh ya, jika kaget soal panggilan mereka bertiga yang terdengar akrab itu Seungmin sendiri yang meminta. Mengingat sudah lama sejak pertama kali mereka saling mengenal, Seungmin hanya tak ingin merasa canggung setiap kali bertemu keduanya.

Perlu di ingat juga, kalau usia Seungmin masih sangat muda sebagai seorang dokter. Jadi tak heran kalau ia mempunyai cara sendiri agar lebih akrab dengan para pasiennya yang kebanyakan anak-anak.

Seungmin menampilkan raut wajah yang seperti nya membawa kabar gembira.

"Bagus, kondisi jantungnya gak memburuk bahkan jauh lebih normal dari bulan-bulan kemarin. Tingkatin terus loh ya, Minho."

Minho tersenyum, senang mendengarnya. Kalau Minho bisa memberi tahu soal ini pada adiknya itu, Minho yakin dia juga pasti sangat senang.

"Kalau gini terus, kemungkinan kambuhnya juga berkurang. Tapi bukan berarti gak akan kambuh." Sambungnya.

Minho masih sibuk mendengarkan dokter Kim, memastikan tak ada informasi yang terlewat.

"Oh- masih gak ada kemungkinan sembuh ya, Min? Aku gak bisa tenang mikirin ini, kamu tau sendiri aku gimana kalo udah nyangkut Felix." Minho sesaat teringat akan pertanyaan pertama yang ia lontarkan saat itu.

[√] Sunshine. Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang