03. Panti Asuhan

1.2K 186 66
                                        

"Bohong, ya? Gak mungkin anak selincah dia, seceria dia punya penyakit semacam itu. Gak jelas." Ia masih berusaha menolak apa yang dikatakan dokter tersebut.

"Bisa, keadaan jantungnya memang sudah seperti itu sejak lahir. Oh iya, keluhan mu beberapa hari terakhir Felix sering pingsan, kan? Biasanya, anak seusia dia memang belum bisa mengatasi dengan baik. Ditambah, gak ada obat yang membantu." Ucap dokter itu lagi.

Ia memberikan surat hasil pemeriksaan Felix agar Minho percaya. Dan benar, penyakit itu nyata adanya. Tanpa ada pengurangan atau penambahan kata.

"Kemungkinan sembuhnya, dok?"

Dokter itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, "Gak ada kemungkinan sembuh. Lemah jantung ini gak terlalu bahaya, kok. Jangan khawatir berlebihan. Tapi bukan berarti kamu bisa sepelein hal kayak gini, ya."

"Sedikit penjagaan pola hidup bisa banget bantu kondisinya jadi lebih baik. Minum obat dan check up dengan teratur, itu sudah lebih dari cukup." Lanjutnya.

Minho bingung, memikirkan betapa bodohnya dia dari kemarin yang hanya menganggap bahwa Felix hanya terlalu lelah hingga sering tertidur, "Aduh, dok. Jangan kasih tau Felix nya sekarang, ya? Nanti biar saya aja yang kasih tau, takut dianya gak siap dan gak ngerti juga untuk anak kayak dia." Bujuk Minho.

Mengangguk setuju, Minho mendapat persetujuan dari sang dokter untuk bekerja sama, "Untuk check up, bisa terus hubungi saya ya. Besok dan seterusnya lebih baik datangi dokter yang sama biar bisa liat perkembangannya dengan baik. Ini kartu tanda pengenal saya."

Kim Seungmin, nama yang tertera di kartu tanda pengenal itu.

•••

"Kak, dedek sakit apa?" Felix memulai pembicaraan. Matanya fokus pada kaca jendela mobil, melihat jalanan yang begitu ramai akan kendaraan.

Minho menoleh sebentar, "Gapapa, jangan dipikirin ya? Dedek kecapean aja kok." Sungguh, berbohong seperti ini membuat Minho merasa sangat bersalah pada Felix.

Ia sibuk memikirkan bagaimana kedepannya nanti, apakah Minho sanggup, apakah penyakit Felix menjadi salah satu alasan keluarga Felix membuangnya, dan masih banyak pertanyaan lainnya.

"Oh iya, dedek." Panggil Minho.

Felix mengalihkan pandangannya pada Minho, "Kenapa, kak?"

"Kamu pernah dikasih tau keluarga gak? Punya sakit apa gitu."

Felix menggelengkan kepalanya, "Dedek kan anak sehat." Ucapnya sambil menyeringai.

Minho juga ikut menampilkan senyum, yang sangat terpaksa.

Ucapan yang terlintas dari Felix membuatnya tambah merasa bersalah. Ditambah Hujan turun deras kali ini, membuat Minho sedikit susah untuk melihat kearah jalanan, merasa sangat sial.

"Yah, hujan." Keluh Felix.

Minho mengarahkan tangannya pada rambut Felix, mengelus surai hitam milik Felix dengan lembut, "Iya hujan, mentari nya lagi sedih gara-gara dedek sakit tuh." Jawabnya.

Felix cemberut, "Huh, maaf ya! gara-gara dedek Lix mentari jadi sedih."

Minho tertawa kecil melihatnya, kenapa Felix bisa percaya? Padahal kan niatnya hanya bermain-main. "Lix kenapa suka sama mentari?" Tanyanya.

[√] Sunshine. Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang