Beruntunglah tempat yang ingin mereka datangi tidak terlalu ramai. Ralat, hanya Younghyun saja yang ingin ke tempat ini.
Nyatanya Jaehyung tidak suka dengan bau rumah sakit yang didominasi dengan obat-obatan dan keramaian yang menurutnya punya aura berbeda.
Yah, kebetulan ini weekend, dan sepertinya orang-orang lebih memilih berlibur daripada berkunjung ke rumah sakit.
Tapi apa yang bisa Jaehyung perbuat, Younghyun benar-benar menyeretnya hingga sampai ke tempat terkutuk ini.
Lupakan hal manis yang mereka berdua lakukan saat baru bangun beberapa jam lalu.
‘what ‘hun’ huh?’
‘I just hate you now,Bri’
Tentu saja Jaehyung hanya berani protes di kepalanya, mana mungkin mengatakan itu di depan wajah datar yang kini tengah terpasang apik menutupi perasaan yang sesungguhnya.
Jujur saja, Younghyun juga sebenarnya tidak tega dengan Jaehyung yang bahkan memohon padanya dengan perangai anak lima tahun.
Tapi ia juga tidak bisa begitu saja mengabaikan luka yang tertutup perban pada si kepala ayam.
Fakta bahwa yang lebih muda tak bisa selalu di samping yang berkacamata untuk menjaganya lebih lama,
membuat Younghyun berpikir bahwa lebih cepat membawa Jaehyung ke rumah sakit dan di tangani oleh professional akan semakin baik.
‘should i just stay with him tonight?’
Jika Younghyun yang mendapat pertanyaan itu, jawabannya jelas.
‘Dengan senang hati’
Tapi bagaimana dengan yang punya luka?
Hah... molla.
Setelah kejadian tadi pagi dimana Jaehyung tetap mengeluh kesakitan, Younghyun jadi kelimpungan sendiri.
Jaehyung yang tidak mau ditinggal barang sedikitpun, walaupun hanya ke kamar mandi untuk membasuh wajah, atau hanya sekedar memakai jaket nya dengan benar.
Perjalanan menuju mobil nya pun begitu merepotkan,
Jaehyung tidak berhenti merengek dan akhirnya membuat sang rubah menghela napas berat, hingga akhirnya memutuskan untuk menggendong badan kurus yang lebih tua.
‘Hah? If you think it’s romantic? Then it’s not’
‘It’s just irony, dude’
Maka jangan bilang Younghyun dengan tega telah menyeret Jaehyung ke rumah sakit.
Karena jujur di banding mendengar aduhan kesakitan Jaehyung, ia lebih suka mendengar omong kosongnya ketika sedang berdebat dengan Sungjin ataupun anggota yang lain.
Jaehyung sesekali mencuri pandang pada manusia lain yang kini tengah duduk di sampingnya di depan ruang tunggu dokter umum.
Tangannya di letakkan bersilang di depan dada, dengan mata rubahnya yang tertutup, serta punggung yang menyender pada kursi.
Perasaan bersalah menyelimutinya, melihat kondisi yang lebih muda dengan wajah letih karena sedari tadi malam hampir tidak tidur karena sibuk menjaganya.
Sedikit yang Jaehyung tahu tapi kapanpun ia terbangun saat tadi malam merasakan kepalanya yang berdenyut,
Tangan besar Younghyun akan selalu siap siaga mengusapnya.
Dengan tak lupa mengucapkan kata-kata penenang yang akhirnya membuat ia tertidur kembali.
KAMU SEDANG MEMBACA
You were beautiful ||JAEHYUNGPARKIAN
FanfictionHanya kisah yang sangat biasa dan pasaran antara pangeran kampus dan seseorang yang meyakini bahwa mereka Tak pernah bertemu sebelum nya. 'Hey, I'm Park Jaehyung (◔‿◔) coming from California' 'And I'm Kang Younghyun, coming from past to be your futu...
