“YAK PARK JAEHYUNG! KANG BRA!, bisa-bisanya kalian menghilang tanpa memberi kabar. Ku pikir kalian mati”
Dua manusia yang di katai hanya terkikik geli pada layar yang menampakkan teman dengan aksen kental Busan.
“Sudah kubilangkan, aku menginap di apartemen Jaehyung tadi malam”
Jawab manusia Kang yang kini tengah membaringkan diri di kasur empuknya bersebelahan dengan makhluk yang telah meninggalkan kacamatanya pada nakas samping ranjang Younghyun.
“Hey, Bob hehe”
Jaehyung dengan cengirannya yang tengah memegang ponsel membuat matanya membentuk sabit kecil.
“Hyung!!! Brian hyung, hyung belikan aku es krim”
Tiba-tiba datang suara lain dari balik punggung lebar sang beruang
“Ya Yoon Dowoon, apa yang kau lakukan di Apartemen Sungjin?”
“Jae hyung, kau bilang akan membelikanku pizza”
Belum sampai pertanyaan Younghyun terjawab, muncullah wajah dan suara lain dari asal punggung yang sama
“Ku pikir Bob tidak akan membiarkan pengacau seperti Wonpil dan Dowoon memasuki kamarnya”
“Memang, aku bahkan tidak tahu bagaimana caranya mereka masuk ruanganku”
Lagi-lagi mengundang tawa bagi dua orang yang tengah menunggu waktu makan malam ini
“Tunggu, sepertinya aku mengenal ruangan itu. Yak! Kang Bra”
Tanpa menjawab pertanyaan Sungjin, Younghyun menyentuh layar ponsel Jaehyung hingga mengubah mode kamera depan yang berisikan wajah mereka menjadi kamera belakang yang menujukkan sekilas ruangan yang sedang mereka tempati.
“Kau dirumah? Kau bilang sedang berada di apartemen Jaehyung. Bukannya rumahmu di Ilsan kosong? Apa jangan-jangan kalian berdua...”
Pertanyaan mengambang Sungjin dengan ekspresi nya saat ini membuat dua manusia di ujung panggilan ingin memukulnya dengan kekuatan penuh.
“Apa yang kau pikirkan hah? Orang tua ku tiba-tiba datang dan menyuruhku pulang”
Yang punya ruangan buru-buru meluruskan
“Tapi kenapa Jaehyung hyung juga ikut? Kenapa kami tidak di undang?”
Maknae yang protes menyuarakan isi kepala para hyung disampingnya
“Ya sudah, datang saja kesini kalau kalian bisa”
Younghyun dengan nada mengejeknya membuat tiga orang lain merasa kesal
“Wonpil, Dowoon, bersiap. Kita pergi ke Ilsan”
Dengan kata-kata pemuda Busan yang memegang ponsel, panggilan resmi berakhir, membuat dua manusia beda umur saling bertatap bingung
“Apa kau pikir Sungjin serius dengan ucapannya?”
“Mungkin”
Jawab yang lebih muda dengan mata yang terpejam, dan dua lengannya yang mejadi bantalan kepala.
“Wait, does anyone know your home? I mean here?”
Tanya Jaehyung yang akhirnya memutar setengah tubuhnya menatap Younghyun yang badannya tengah menghadap langit-langit.
“Just Sungjin”
Jaehyung panik saat tubuh bongsor itu tiba-tiba sudah dimiringkan menghadap dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
You were beautiful ||JAEHYUNGPARKIAN
FanfictionHanya kisah yang sangat biasa dan pasaran antara pangeran kampus dan seseorang yang meyakini bahwa mereka Tak pernah bertemu sebelum nya. 'Hey, I'm Park Jaehyung (◔‿◔) coming from California' 'And I'm Kang Younghyun, coming from past to be your futu...
