Chapter 14

12.5K 683 3
                                        

"Gue uda bisa mencintai loe Li, Jangan kecewain gue"

☆☆☆☆

Yudha datang dengan membawa semangkuk bubur dan segelas susu. Lalu menyodorkannya pada Prilly, bermaksud agar dia yang menyuapkannya pada Ali, namun Prilly menggeleng pelan. Yudha mengerutkan keningnya, ia menggeleng kebingungan dengan sikap Prilly dan akhirnya Yudha berjalan menuju ranjang Ali dan meletakkan nampan yang berisi bubur dan susu itu diatas nakas. Yudha membangunkan Ali untuk sarapan terlebih dahulu.

"Broo makan dulu"

Ali mengerjap ngerjapkan matanya dan memijat pelipisnya. "Prilly. Mana dia Yud"

"Ada kok. Tuh dia lg duduk disofa"

"Kenapa dia gak disini? Apa dia tau kalo gue abis mabok trus dia marah sama gue. Attau. Dia kenapa Yud"

"Uda makan dulu ayo. Prilly gapapa. Mungkin agak sedikit gak enak badan atau gak dia kaget denger lo sakit"

"Apa dia yang sakit?" Ali merasa cemas karna bukannya Prilly menemaninya tapi malah menjauh. Ali berusaha bangkit untuk mencoba menghampiri Prilly. "Prilly. Loe kenapa Prill"

"Eh Li, loe mau ngapain? Duduk duduk"

"Gue mau nyamperin Prilly Yud. Gue takud dia kenapa napa"

Yudha menggeleng cepat dan menahan Ali.

Ali hendak berdiri ingin menghampiri Prilly dengan tatapan sayu Ali melihat Prilly tengah meneteskan air mata.

Prilly melihat Ali yang tengah menatapnya, segera menghapus air matanya lalu berdiri menghampiri Ali dengan senyuman. "Hai baby. Sini aku suapin ya" Prilly mengambil mangkuk yang berisi bubur lalu ia duduk di tepi ranjang Ali, dan Yudha memilih untuk meninggalkan mereka berdua.

"Kamu nangis cantik?" Tanya Ali parau.

Prilly menggeleng dengan senyuman yang masih dikulumnya seraya menyuapi Ali.

"Hufh, please Prill, loe pasti bisa tahan. Bukan saatnya loe marah,!" Pekiknya dalam hati.

"Prill, kenapa?" Tanya Ali khawatir.

"Gapapa. Kamu makannya yang banyak ya biar cepet sembuhnya"

"Khawatir ni ceritanya?"

"Enggak"

"Terus?"

"Ngomongnya ntaran aja. Sekarang makan dulu."

"Iyya cantik. Makasi yya uda mau kesini."

Prilly hanya tersenyum sebagai jawabannya. Ia menyuapi Ali dengan sabar dan telaten. Biar bagaimanapun Ali adalah kekasihnya yang kini sudah berhasil membuatnya jatuh cinta. Ya, Prilly sudah jatuh hati pada lelaki yang selalu mengusilinya.

"Prill" Panggil Yudha yang tiba tiba memasuki kamar Ali.

Prilly menoleh pada Yudha "Ya kak."

"Gue mau balik kampus. Mau ada quis"

"Yauda bentar." Prilly meletakkan mangkuknya diatas nakas. "Li skarang Loe istirahat ya. Gue mau ikut ka Yudha balik" sambung Prilly sambil membantu Ali berbaring.

Ali memasang raut wajah murung menandakan dia tak setuju dengan ucapan Prilly.

"Nah loh murung tuh anak. Udah Prill loe disini aja temenin Ali dulu" ucap Yudha yang ikut ikut menahannya agar tetap menemani Ali.

"Tapi kak. Gue ada kelasnya pak Agung. Li gapapa kan?" Tanya Prilly dengan raut memelas.

Tapi Ali tak menjawabnya, dia malah memalingkan wajahnya dari Prilly.

Love is never wrong!! (AliPrilly)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang