Chapter 24

8.6K 445 3
                                        

"Loe itu pacar gue Prill, pacar gue."

***

▪ PRILLY ▪

Ih apaan si ni si Ali, dari tadi ngomel mulu tiap aku ngobrol sama Aga. Kayanya bener bener lagi pms dah tuh si Ali. Apa efek tadi melem kali yya, ya allah segitu amet ya bencinya sama aku. Emang salah aku gitu kalo aku gak inget dia? Dosa aku gitu. Enggak kan ya.

Ini semua juga bukan kemauan aku kayak gini, jadi kaya orang aneh yang gak kenal disekitarku. Untung aja masih inget mamah papah sama Riian. Dan untungnya juga masih ada beberapa yang aku inget banget termasuk Ellen. Teman yang selalu menemaniku saat aku maen kesurabaya. Eh, ngomongin dia, dia kemana sih gak balik balik. Tidur di toilet apa gimana sih. Taulahh.

"Prill, diem aja ngobrol kek"

Sebuah tangan cantik menepuk lenganku. Ka michele "Ah apa kak, lagi nyariin Ellen ni ka. Dia mana sih?"

"Yaelah kamu nyariinnya dia ajah ni. Gak nyariin aku"

"Kan kaka disini ngapain dicariin. Hhaha"

"Hahhaha. Iyah dehh, noh si miss alay."

"Hhahah, masih alay aja kak dia?"

"Masih sering Prill, belum ilang alaynya"

Seorang wanita dan laki laki berjalan memasuki cafe ini, si laki laki yang tak lain adalah si Jonathan pacar dari wanita yang menghampiri meja dimana aku ka michelle dan entah itu siapa yang sama ka michelle lupa aku.

"Prilly." Serunya girang saat melihat aku disini dan langsung memelukku dari duduknya.

Pura pura lupa a, hahaha "Maaf siapa ya? Pernah kenal"

"Ya allah behb masa lupa si sama aku"

"Aku inget inget dulu ya" Aku meletakkan jariku dipelipisku seperti orang yang sedang berfikir.

"Ya allah Prilly, amnesia ni anak"

Yye emang saya amnesia mbak. Kayanya dia gak tau ni kalo aku abis bobo cantik di jalanan alias ketabrak mobil."Emang gue amnesia Miss yang kadang Alay. Hahahah" tawaku puas saat melihat muka gelisah Ellen saat aku tak mengenalnya.

"Maksutnya" tanyanya dengan kening yang mengerut.

"Uda gak usah dibahas a, bisa satu hari nanti kalo cerita. Kamu apa kabar behb, gak kangen sama aku"

"Kamu gak jadi lupa kan sama aku. Aaaaa senangnya, kangen banget sama kamu" girangnya lagi dan langsung memelukku erat sangat erat. Gila perasaan beru setaun gak ketemu, meluknya kayak udah lima taun aja gak ketemu.

"Miss, bisa keabisan nafas ni aku"

Dia langsung melepas pelukannya dan menyengir kuda. "Sorry behb, terlalu kangen hahah"

"Iya sih aku juga kangen tapi gak usah mau bunuh aku juga kali miss"

"Yaelah sorry sorry"

"Iyye iyyee dahh"

Ampun, aku juga seneng ketemu dia lagi. Setelah itu aku berbincang bincang dengannya dan juga yang lain sembari menunggu meeting untuk touring yang akan dilaksanakan empat hari lagi itu selesai.

"Telp dari siapa miss?" Tanyaku saat Ellen menaruh kembali ponselnya diatas meja.

"Kiki"

"Oh temenmu"

"Kiki behb, kamu gak inget?"

Keningku mengkerut seketika "Kiki? Siapa? Gak kenal deh kayaknya"

"Astaufirullah behb temen kita juga itu"

Love is never wrong!! (AliPrilly)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang