Chapter 30

11.3K 473 0
                                        

Terimakasih sudah selalu ada dan masih tetap ada untukku. Aku menyayangimu dari dulu dan tak akan berubah.

☆☆☆☆

Prilly lega akhirnya setelah memberi tahu Ali soal kesembuhannya. Sesuai kata Prilly tadi, ia akan makan siang bersama Aga. Ia sudah meminta ijin pada Ali dan Ali mengijinkan walau sempat tak diijinkan sebelumnya. Prilly duduk santai dan memainkan ponselnya sembari menunggu Aga yang masih melakukan pengecekan pada mobil yang akan digunakan nanti.

Tapi saat Prilly sedang santai rupanya ada orang yang melihatnya dengan sinis. Hatinya sangat kesal kepada Prilly, ia memperhatikan kesekitarnya sepertinya agak sepi mungkin semua pada menyaksikan pertandingan di tenda start. Ia kesal dan berjalan menghampiri Prilly.

Plaaakkk

Sebuah tamparan mendarat tepat mengenai bibir Prilly dan membuat ponselnya tejatuh. "Kiki" Prilly berdiri dengan memegangi pipi kanannya.

Plakkkkk "Apa" Jawabnya dengan tajam dan mendaratkan tangannya di pipi Prilly, lagi.

Prilly meringis kesakitan, rasanya ada sedikit darah segar disudut bibirnya "Kenapa loe nampar gue"

"Penghianat kamu Prill, ngapain kamu peluk peluk Ali. PENGHIANAT kamu Prill" kesalnya dengan menunjuk nunjuk Prilly.

Prilly meraih lengan kiki agar kiki mau mendengarkannya terlebih dahulu "Gue bisa jelasin ki, dengerin dulu"

Dengan kesalnya kiki menghempas tangan prilly, baginya apa yang dia liat itu sudah cukup menunjukkan kebenarannya. "Kamu itu.."

"Kiki mau ngapain kamu" Ellen datang disaat yang tepat, dia menahan tangan kiki yang hendak mendaratkan telapak tangannya pada wajah cantik Prilly.

"Tampar gue ki, kalo memang itu bisa buat loe tenang. Please dengerin dulu penjelasan gue" Perlahan mata indah itu mengalirkan butiran mutiaranya.

"Kamu denger kan llen, dia sendiri yang mau ditampar" Plakk,

Kiki sudah benar benar keterlaluan, teganya dia menampar Prilly hingga sudut bibir Prilly mengeluarkan darah. "Aku muak punya temen kayak kamu Prill." Setelah itu kiki berlalu pergi dengan hati yang masih sangat kesal dan sakit dengan apa yang dilihatnya tadi.

"Duduk dulu behb"

☆☆☆☆☆

▪ ALI ▪

Sumpah demi langit dan bumi beserta jajarannya aku bahagia pake banget. Maaf ya agak alay. Tapi serius aku bahagia, karena apa. Karena aku telah mendapatkan Prillyku kembali. Aku memang sempat melakukan kesalahan padanya tapi untungnya dia mau memaafkan aku.

Tapi sayang aku telat mengerti kesembuhannya dan mungkin faktor kesembuhannya adalah karena Aga. Haruskah aku berterimakasih padanya. Entahlah belum terpikir olehku.

Saat ini Prillyku sedang makan siang bersama Aga, aku sempat kesal tadi saat dia bilang dia akan menemani Aga makan siang. Tapi apa boleh buat mereka memang sudah bersahabat dari dulu tetapi Aga pernah menjadi bagian dihidup Prilly, bagaimana jika Prilly mencintainya lagi. Ya allah semoga tidak.

"Pak boss, kenapa sih kok kayaknya gelisah. Giliranmu kan masih nanti" Boy menepuk pundakku membuatku mendongak.

"Prilly lagi nemenin Aga makan siang."

"Ya terus. Kenapa" Boy mengambil sepotong pizza yang tadi dibawakan oleh Prilly kemudian ia makan. "Cemburu ni"

"Yyaa, Enggaklah boy. tapi felling gue lagi gak enak"

"Kalo gak enak ya dibuang aja"

"Li, adee gue mana" Riian menghampiriku dan nampaknya dia sedang cemas.

Love is never wrong!! (AliPrilly)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang