Hayooo vote dulu guys. ✌
▪○●○▪
▪ PRILLY ▪
Warna warni indah yang sempat pudar karena rasa takut akan kehilangan orang yang kucinta itu kini sudah kembali cerah, rasa takut itu perlahan hilang saat melihat mereka yang selalu berusaha memberiku keyakinan kalau aku akan tetap baik baik saja. Aku bahagia, tuhan selalu mengirimkan orang orang baik untukku. Entah dengan cara apa aku dapat mengekspresikan bahagiaku ini selain dengan menunjukkan senyum tulus terbaikku.
"Sayang, kamu kenapa?"
Suara lelaki disampingku membuyarkan lamunanku, aku menoleh masih dengan senyuman terbaikku. "Seneng aja"
"Karena?"
"Karena tuhan selalu mengirimkan orang orang baik untukku" Aku mendekat kemudian memeluk lengan kirinya "Salah satunya kamu"
"Tapi Li" aku melepas pelukanku saat tiba tiba otakku teringat dengan beberapa hal yang menerpa hubunganku dengan Ali.
"Tapi apa sayang" Tangan kirinya menarik jemariku untuk digenggamnya sementara mata dan tangan kanannya masih focus mengemudi. "Semua sudah berakhir, apapun yang terjadi. Alimu ini tidak akan pernah meninggalkanmu"
Aku menatap kearahnya. Kenapa sebegini berat cobaan kita Li, pertama aku amnesia kita berantem terus masa lalu tiba tiba datang ditengah bahagia kita. Lalu apa lagi nanti. Namuntiba tiba Ali memberhentikan mobilnya dipinggir jalan.
Matanya menatapku sehingga mata kita bertemu. "Tadi kamu bilang kamu lagi seneng, kok sekarang seperti ini lagi"Ali menarikku untuk duduk dipangkuannya, dan tangannya melingkar di pinggangku membuatku secara otomatis menyandarkan kepalaku di dada bidangnya "Masih ingatkan kata kataku beberapa menit lalu. Apapun yang terjadi, Alimu ini tidak akan pernah meninggalkanmu. Kamu harus percaya itu sayang" Kurasakan bibirnya mengecup pucuk kepalaku.
Lagi lagi aku merasa tenang bila dalam dekapannya dan menghirup aroma tubuhnya, seakan akan semua beban yang tadi ku emban hilang seketika.
"Sayang" Ali mengangkat daguku agar menatapnya "Jangan pernah berfikir aku akan meninggalkanmu dan jangan pernah berfikir untuk kau meninggalkan aku. Aku sungguh mencintaimu sayang"
Ya tuhan, apa aku salah jika aku takut kehilangan dia. Kutatap matanya yang menatapku, aku tak pernah bisa menemukan kebohongan apapun dimatanya.
"Heii"Keningnya menempel dikeningku "Kenapa menatapku seperti itu"
"Aku sedang mencari kebohongan dimatamu"
"Kau dapat?"
"Sama sekali tidak,"
Wajahnya semakin mendekat padaku "Itu karena aku serius padamu chubby" sedetik kemudian aku merasakan bibirnya menempel dibibirku. Aku sudah tak terlalu terkejut dengan perlakuannya ini. Sejak dihutan waktu itu, dia semakin sering seperti ini. Perlahan dia mulai melumat bibirku dan tanpa sungkan lagi aku membalasnya, dan adegan panas ini terhenti saat terdengar dering ponsel Ali yang berbunyi.
"Ckk... Siapa sih" decaknya dan langsung mengambil ponselnya di dashboard. Sedangkan aku langsung bersembunyi didadanya, menyembunyikan pipi merahku dan mengatur nafasku. Ali, kenapa sih selalu membuatku merona seperti ini.
"Iyah iyah gue dijalan ini. Ah ganggu banget deh loe yan"
Suaranya terdengar begitu kesal. Sepertinya dia baru saja mendapat tlp dari Riian.
"Sayang, apa mau seperti ini terus. Kamu bisa telat nanti"
Astaga, aku ada mata kuliah pagi dan Ali juga ada rapat senat. Aku langsung kembali duduk di bangku penumpang "Duh, gara gara kamu sih"
KAMU SEDANG MEMBACA
Love is never wrong!! (AliPrilly)
RandomPrilly adalah seorang mahasiswa ekonomi disalah satu Universitas Jakarta. Dia tinggal dengan Mama Papa dan Kakak Lelakinya, hidup didalam keluarga yang berkecukupan. Orangtuanya seorang pengusaha yang memiliki beberapa cabang dikota lain. Dalam hubu...
