Chapter 21

10.6K 567 6
                                        

"Haassttt. Sibrengsek itu ngapain si ngajakin Prilly."

☆☆☆

Aku berada disebuah taman yang penuh dengan tanaman yang indah disekitarnya terdapat juga danau dengan hewan angsa dan bunga teratai sebagai penghuni danau tersebut. Aku duduk dibebatuan pinggir danau. Menikmati udara diminggu pagi yang cerah, menghilangkan semua rasa penat didiri.

"Hai Chubby, sendirian aja, lagi ngapain sih disini" seorang lelaki berparas tampan, alisnya yang tebal, dan bibirnya yang sexy menebar senyuman yang menawan datang mengbuyarkan semua pikiran tenangku.

"Hai Jamboel, humm iya ni sendirian. Lagi menunggu seseorang".

Lelaki ini, orang yang sudah berhasil membuat hariku kembali berwarna setelah sekian lamanya aku berada dalam kerapuhan. Dia yang telah membuat aku berani untuk jatuh cinta kembali kini telah menjadi kekasihku.

"Lagi nunggu siapa sih emangnya. Penting banget ya yang ditunggu"

"Yaa, aku lagi menunggu orang terpenting dikehidupanku"

Dia mengernyitkan keningnya "Oh ya? Siapa dia?"

"Dia, seorang lelaki yang sangat tampan, yang selalu menyayangi aku dengan tulus."

"Kau yakin dia menyayangimu dengan tulus. Aku rasa tidak"

Iiiihhh menyebalkan sekali, kenapa dia bicara seperti itu. "Hem, kalo sampai dia tak tulus denganku. Akan kujadikan dia daging cincang dan akan aku lempar kedalam kandang harimau"

"Hahahaha, sadis sekali gadisku ini hee."

"Biarkan saja wlee"

Tiba tiba tangannya mendarat di pundakku, menarikku untuk bersandar didadanya, ia mengusap lembut rambutku lalu mengecup pucuk kepalaku. "Mana mungkin aku tak tulus dengan bidadari cantik sepertimu." Aku mendongak mencoba mencari kebohongan dimatanya. Namun tak sedikitpun aku melihat kebohongan disana. "Sayang, percayalah. Aku sangat amat teramat mencintaimu dengan setulus hatiku. Sungguh" bisiknya lagi tepat dihadapan wajahku.

Aku menarik kedua urat pipiku, membentuk sebuah senyuman. "Aku percaya padamu"

Aku tersentak dari tidurku, kupandang langit langit diatasku. Aku tidak sedang ditaman, mimpi yang sama, laki laki yang sama pula yang akhir akhir ini selalu menghiasi tidurku. Apa maksud semua ini. Otakku berpikir keras untuk mencari jawabannya namun bukannya aku menemukan jawaban malah sakit yang kudapat. "Awwwwwhhhh" Sungguh ini sakit sekali.

"Dee, loe kenapa?" Riian tiba tiba memasuki kamarku dengan khawatir.

"Enggak bang, cuma pusing ajah. Aduhh"

"Istirahat dulu, gue ambilin minum."

Aku hanya menuruti perkataan Riian. Aku masih belum bisa menemukan jawaban atas setiap mimpi yang selalu datang akhir akhir ini. Bukan mimpi buruk si memang, tapi ini cukup mengganggu pikiranku.

"Dee, minum dulu ya sayang" Riian datang menyodorkan segelas air putih. "Loe kenapa?"

Aku meneguk air tesebut. "Adee gapapa bang, pusing biasa aja kok"

"Gue gak percaya, karna bukan hanya kali ini loe kaya gini. Kemaren kemaren loe juga kaya gini dee. Please gak usah boongin abang, gue gak mau loe kenapa napa."

"Gue gak bohong bang."

"Prilly please. Gue gak akan ngelakuin kesalaan dua kali. Cukup sekali gue bikin adee yang gue sayangi terluka. Loe ngerti kan"

Aku menghela nafas sejenak. Mungkin memang tidak ada salahnya aku cerita dengan kakakku sendiri, siapa tau dia bisa membantuku menemukan jawabannya.

Love is never wrong!! (AliPrilly)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang