"Loe gak apa apain gue kan" Selidik Prilly.
☆☆☆
Hari sudah menjelang sore, Prilly masi tertidur dengan posisi sudah berbaring. Suara dering ponsel milik Prilly yang sedari tadi berbunyi tak membuatnya terbangun dan sekarang ponselnya kembali berbunyi entah yang ke berapa. Prilly meraba raba ponsel yang ia letakkan diatas nakas Ali tadi. Tanpa melihat nama yang tertera di ponselnya, ia langsung mengangkatnya.
*Hallo . Siapa? (jawab Prilly masih dengan mata terpejam)
#Ampun Prill, akhirnya loe angkat juga tlp gue. Ngapain aja si loe? Sekarang dimana?
*Tidur. Dirumah Ali (serak serak dia menjawabnya, nyawanya belum sepenuhnya tersadar)
#Apaa? Tidur? dirumah Ali?. Serius loe? (Adinda mengulang jawaban Prilly. Ia masi tak yakin dengan jawaban Prilly)
*(Prilly tersentak saat mendengar suara penelpon yang berteriak. Ia mengerjap ngerjapkan matanya. Ia melihat nama si penelpon "Adinda" Matanya langsung terbuka lebar) Adindaa...
#Iya sayang, loe ngapain dirumah Ali. Hayoo ngaku.
*Hee siapa yang dirumah Ali. Salah denger loe?. Ngapain si tlp tlp, ganggu.
#Loe kemana sih? Seisi kampus pada heran liat loe bolos, loe kan hari ini harusnya ikut mata kuliahnya pak Agung. Napa loe bolos?
*Gue ada urusan. Udah ya batrai gue abis. Byee Assalamualaikum...!!!
Tutt...Tutt...Tutt
Prilly menutup sambungan tlpnya.
"Hufffhhh" Prilly bernafas Lega.
Kontan mata Prilly membulat, ia terkejut saat menyadari posisinya yang berbaring dengan selimut yang menutupinya. Dan Ali yang sudah tak berada disampingnya.
"Ali. Kemana dia" Prilly menegakkan dirinya, matanya beredar mencari sosok Ali.
"Kamu uda bangun?" Terdengar suara dari seorang lelaki dari arah pintu kamar yang baru saja memasuki ruangan ini.
"Ali. Kok gue gak dibangunin sih, terus siapa yang mindahin posisi gue"
Ali berjalan menghampiriku dan duduk ditepi ranjangnya "Aku. Kamu tidurnya pules amet ampe gue gak tega banguninnya"
"Loe gak apa apain gue kan" Selidik Prilly dengan mengangkat satu alisnya.
"Aku apain ya tadi, emmp tadiii...." Ali meletakkan jari telunjuknya didagu. Tanda sedang berfikir.
"Aliiiii. Huuaaaa Mama" Rengek Prilly dengan wajah yang sangat menggemaskan, dan membuat Ali tertawa puass.
"Haha cengeng. Gak aku apaapain kok kamu. Masi aman"
"Bener ya. Gak bohong kan?" Tanya Prilly dengan tatapan curiga. Ali menganggukkan kepalanya meyakinkan Prilly.
Prilly bernafas lega "Uda sore Li, gue balik ya"
Ali menggeleng gelengkan kepalanya "Nanti aja"
"Tapi Li...."
"Please sayang." Rengek Ali seperti anak kecil yang mau ditinggal ibunya.
"Hmmm Manja banget si kamu" ucap Prilly seraya mencubit hidung Ali.
"Biarin, sama kamu ini manjanya"
"Iya deh iya, Awas aja ampe manja manjaan sama cewek laen juga"
Ali menarik hidung Prilly dengan gemas "Enggak akan sayanggg"
"Aaa Sakitt" Prilly merengek memanyunkan bibirnya sambil mengusap usap hidungnya sendiri.
Ali mengusap Hidung Prilly "Uh sakit ya sayang, maaf deh maaf. Kamu tambah cantik deh kalo manyun" goda Ali yang membuat Prilly merona.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love is never wrong!! (AliPrilly)
De TodoPrilly adalah seorang mahasiswa ekonomi disalah satu Universitas Jakarta. Dia tinggal dengan Mama Papa dan Kakak Lelakinya, hidup didalam keluarga yang berkecukupan. Orangtuanya seorang pengusaha yang memiliki beberapa cabang dikota lain. Dalam hubu...
