▪○●○▪
Ali mengacak rambutnya frustasi, kekhawatirannya semakin menjadi jadi. pasalnya sudah hampir dua jam dia menelusuri tempat itu dan hasilnya tetap nihil. Sama sekali tak ada tanda tanda keberadaannya "Prill.... Prillyy.. Dimana kamu sayanggg" Teriaknya lagi dan lagi. Dan lagi lagi tidak ada tanda akan menemukan gadisnya itu "Argggkkk" Frustasinya, dia duduk sejenak dibebatuan tepi jurang, tanpa terasa saat ini pipinya basah oleh air matanya. "Dimana kamu Princess, jangan tinggalkan aku lagi." Lirihnya sembari mengusap pipinya yang basah.
Tak tahu lagi apa yang akan terjadi jika gadisnya tidak ketemu dan dia akan kehilangan gadisnya untuk kedua kalinya dan Ali tidak mau jika sampai terjadi. Ya Allah, aku mohon. Jangan biarkan aku merasakan ini untuk kedua kalinya. Jangan kau ambil dia dariku untuk kedua kalinya. Ali menggeleng keras "Tidak, aku tidak akan kehilanganmu lagi. Aku harus segera menemukanmu" Ali bangkit dan bersiap mencari gadisnya kembali.
"Uhuuukkk"
Namun langkah Ali terhenti mendengar suara batuk.
"Uhukk" Tidak salah, ia benar mendengar suara orang terbatuk. Tapi setelah itu tidak terdengar lagi suaranya sehingga membuat Ali kebingungan mencari sumber suara itu. Entah kenapa tubuhnya ingin sekali turun ke jurang yang ada dihadapannya. Tidak ada salahnya jika aku turun. Pikirnya.
Perlahan tapi pasti Ali mulai turun dengan sangat hati hati sambil terus meneriaki nama Prilly. Dengan keahliannya dalam memanjat membuatnya tak butuh waktu lama untuk sampai di dasar jurang.
"Uhukk. Toll...oongg"
Ali mendengar suara itu lagi, dengan cemas dia mendekat pada sumber suara itu. Ia berharap itu adalah gadisnya dan ia berharap agar gadisnya baik baik saja.
"Chubby. Ya Allah, kamu kenapa sayang" Syukurlah akhirnya Ali menemukan gadisnya, namun sayangnya gadisnya kini tengah menangis dan tak baerdaya untuk bangkit dari tempatnya.
"A..Ali" tenggorokannya yang kering membuatnya bersusah paya ia menyebut nama kekasihnya.
"Ya sayang, ini aku. Kenapa bisa seperti ini. Bangunlah"
Prilly menggeleng. Prilly sudah tersadar sejak setengah jam yang lalu, namun ia hanya bisa menangis dan menangis karena ia rasa tulang di tubuhnya sudah retak sehingga ia tak bisa terbangun ditambah lagi rasa perih di tangan dan juga kakinya.
Dan saat Prilly tersadar bahwa dirinya berada didalam jurang membuatnya berpikiran yang tidak tidak. Lagi lagi dia hanya bisa menangis hingga ia rasa tenggorokannya kering. "Aku tak bisa bangun, badanku sudah hancur. Sepertinya tulangku patah semua." Ucapnya disela tangisannya. "Aku mau pulang" lanjutnya.
Ali mendekatkan wajahnya pada Prilly, tangannya mengusap lembut pipinya. "Tenanglah, aku berjanji akan membawamu pulang." Ia mengecup kening Prilly, berharap itu bisa membuat gadisnya lebih tenang. Ali melepas jaket yang melekat ditubuhnya dan dijadikannya bantal untuk Prilly. Hatinya sakit melihat gadisnya seperti ini. "Aku akan cari jalan keluar dari sini"
Matanya berputar kesegala arah untuk menemukan jalan mereka keluar dari jurang itu. Nihil, ia kesulitan berpikir. Pikirannya saat ini berpusat pada Prilly yang kesakitan. "Anak anak. Gue harap mereka bisa bantu gue" ali akhirnya berteriak minta tolong. Untunglah ada yang mendengarnya, dua temannya datang menghampirinya.
"Ali.!" Panggil Riian.
"Ya Allah Princess." Riian terkejut melihat wanita yang terkapar lemah. "Kenapa begini dee. Maafin abang" tak terasa air matanya terjatuh mengenai wajah cantik adiknya.
"Abang... Tulang adee patah semua .... A..Adee .. Maau pu..lang" isaknya.
"Iya sayang, bentar lagi kita pulang ya. Sabar sebentar ya dee" Riian memeluk tubuh adiknya dari samping, hatinya seperti tersayat melihat adik semata wayangnya tak berdaya seperti ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love is never wrong!! (AliPrilly)
RandomPrilly adalah seorang mahasiswa ekonomi disalah satu Universitas Jakarta. Dia tinggal dengan Mama Papa dan Kakak Lelakinya, hidup didalam keluarga yang berkecukupan. Orangtuanya seorang pengusaha yang memiliki beberapa cabang dikota lain. Dalam hubu...
