Iyah iyah ni aku next dehh ..
Vote dulu yya kaka . Maaccii .
••••
▪ PRILLY ▪
Bintang yang indah dapat aku saksikan dengan bayangan yang ada di air danau didepanku. Indah. Aku mendongak menatap bintang dan jajarannya, benar sekali. Ini sangat indah. Aku memejamkan mata dan menarik nafas dalam dalam lalu menghembuskannya, entah aku sekarang dimana. Aku duduk dipinggir danau dan tak jauh dari sini ada perkebunan. Disini tidak ada lampu penerangan, tapi untung saja bulan malam ini sangat cerah dan dapat memberikan penerangan.
"Cantik sendirian aja ni"
Suara siapa itu, suara keras seorang lelaki tapi aku tak mengenal suara itu. Aku berdiri dan berbalik "Siapa"
Mataku terbelalak saat melihat sorang Pria bertubuh kurus dan tak terlalu tinggi sedang menatapku seperti ingin memangsa, oh tuhan apa lagi ini. Aku mundur dengan perlahan menjauh dari pria yang tak kukenal ini. Aku takut.
"Jangan takut cantik, disini sepi. Kita bisa bermain main berdua" dia menyeringai dan mendekat padaku. Apa yang dia bilang, bermain main? Apa apaan ini. Tuhan lindungi aku. Aku segera berlari secepat yang aku mampu. Tapi mungkin karena efek bersedih tadi tenagaku sedikit berkurang. Kurasakan sebuah tangan menarikku "Plese lepasin gue"
"Kamu mau kemana? Sini aja dulu"
"Enggak gue mau pulang, tolong lepasin" Aku terus saja memberontak.
"Nanti akan kuantar kau pulang, tapi sekarang kemarilah"
"Tidakk.. Tolonggg" Oh tuhan siapapun tolong aku.
"DIAMM.. Tak usah teriak teriak percuma tak akan ada yang dengar kamu teriak." Bentaknya yang membuat aku diam. Tuhan, dosa apa aku pada orang ini, aku tak melihat dendam apapun dimatanya tapi aku hanya melihat nafsu dari sana. Ini seperti dejavu, aku pernah mengalami kejadian seperti ini. Tapi aku tak tau itu kapan, kepalaku terasa sakit saat ini. Otakku seperti sedang memutar kaset rusak, sedari tadi hanya terdengar teriakan wanita minta tolong dan seorang lelaki yang mencoba menenangkannya.
"Jangan ganggu gue, kepala gue terasa sakit"
"Kau sakit, mendekatlah cantik maka kau tak akan sakit lagi jika denganku"
Aku memegangi kepalaku yang benar benar terasa sakit. Kaset rusak macam apa ini diotakku, sakitnya lebih parah dari sebelumnya.
Lelaki ini tetap saja memaksaku, kini ia membelai dan menciumi punggung tanganku. Aku tak memberontak, bukan ķarena aku mau tapi sakit dikepalaku membuatku terasa lemas. Sudahlah, kupasrahkan semua pada yang maha kuasa dan aku masih berharap akan ada malaikat yang datang menolongku. Abang, ka Yudha tolong aku.
Samar samar kulihat tiga orang sedang berjalan, aku berusaha mengeluarkan suara minta tolong. Tapi entahlah suaraku terdengar sangat pelan dan serak, mungkin efek aku menangis.
Bukk...
Lelaki yang sedari tadi sibuk menciumi tanganku kini tersungkur ditanah. Tiga orang tadi datang menghampiriku. Salah satunya langsung menarikku dalam pelukannya. "Aga" tubuhku lemas, tak sanggup menahanya. Aku terjatuh dipelukannya,
"Hai, tenang ya mbem. Ada aku disini" Aga membelai rambutku dengan lembut.
"Kepalaku.."
"Kamu kenapa. Apa yang sakit prill, katakan. Apa yang telah dia lakukan padamu"
"Bawa aku pergi dari sini, kepalaku sakit ga. Sakit banget." Rintihku.
"Ga, bawa Prilly kembali kevilla. Ini biar gue sama Yudha yang urus" Perintah Riian cepat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love is never wrong!! (AliPrilly)
LosowePrilly adalah seorang mahasiswa ekonomi disalah satu Universitas Jakarta. Dia tinggal dengan Mama Papa dan Kakak Lelakinya, hidup didalam keluarga yang berkecukupan. Orangtuanya seorang pengusaha yang memiliki beberapa cabang dikota lain. Dalam hubu...
