"Jika raga bisa pergi, bisakah sebuah kenangan itu tetap ada?"
Cast:
_Soobin TXT
_Sanha ASTRO
_Minhyuk BTOB
_Nayeon Twice
-------------------
Note: Cerita ini hanya karangan author saja. Tujuan dibuat cerita ini adalah author ingin melampiaskan keha...
Nayeon sampai di apartemen nya. Ia mulai merebahkan diri ke kasur.
"Akhirnya sampai juga dirumah. Seharusnya aku tidak pergi kemanapun. Aku jadi bertemu dengan orang aneh akhir-akhir ini"
Seperti Nayeon, Minhyuk pun melakukan hal yang sama.
"Bagaimana bisa aku bertemu dengan wanita yang mirip kakak iparku? Tapi meski wajahnya sama, sepertinya sifat mereka jauh berbeda"
Sejak pertemuan Soobin dengan Nayeon, ia masih belum menceritakan semuanya kepada Sanha. Soobin rasa saat ini belum waktunya untuk memperkenalkan Sanha dengan Nayeon.
Berbeda dengan Soobin, Sanha justru telah menceritakan pertemuannya dengan paman kembaran ayahnya itu. Tentu saja awalnya Soobin terkejut, namun seiring dengan penjelasan Sanha, Soobin pun akhirnya mengerti. Dan sejak saat itu, Soobin selalu merengek agar Sanha mempertemukan nya dengan Minhyuk. Hal itu sungguh membuat Sanha pusing menghadapinya.
"Jadi kapan aku bisa bertemu paman Minhyuk?", Tanya Soobin sembari melahap makanannya.
Sanha meletakkan sendok dan garpu nya, ia menatap Soobin dengan tajam dan berkata, "Berapa kali harus kukatakan jika saat ini paman sedang sibuk. Ia pasti akan meluangkan waktunya untuk bertemu kita, tapi tak sekarang. Sudahlah habiskan sarapanmu!"
Soobin menunduk, ia hanya mengangguk. Meski ia kecewa dengan jawaban Sanha, Soobin tak bisa menyalahkan Sanha karena memang pamannya itu sedang sibuk dengan kerjaannya.
Tak berselang lama, terdengar suara bel dari pintu rumah mereka.
"Siapa yang berkunjung disaat weekend begini?", Tanya Soobin.
"Apakah Halabeoji dan halmeoni?" Sambung Sanha.
"Aniya, Sejak dua hari lalu mereka pergi ke luar negeri untuk pekerjaan. Aku akan memeriksanya"
Sebelum membuka pintu, Soobin memeriksa siapa yang datang melalui intercom rumah mereka. Terlihat seseorang yang cukup asing baginya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Maaf editannya sederhana, anggap aja tampilannya begini 🥺)
"Annyeong! Aku Changsub. Bisakah kalian buka pintu untukku?"
Soobin tampak kebingungan. Ia tak pernah melihat pria ini sebelumnya. Ternyata Sanha yang sudah menyusul Soobin juga kebingungan.
"Anda siapa?", Tanya Sanha.
"Aku tak sendiri. Aku bersama pamanmu. Jadi bisa tolong bukakan pintu untuk kami? Kami kedinginan", protes Changsub.
Soobin yang mendengar pamannya disebut, segera membukakan pintu untuknya.
"Mana pamanku?", tanya Soobin sembari melihat ke kiri dan kanan.
Minhyuk yang muncul dari belakang Changsub, merentangkan kedua tangannya sembari menyambut keponakannya itu, "Aku disini!".
"Paman .....!"
Sanha dan Soobin ikut memeluk pamannya itu. Changsub yang berdiri di samping mereka melihat dengan reaksi terheran-heran.
"Tak kusangka kalian bertiga sangat mirip. Kupikir itu hanya bualan Minhyuk saja"
"Tentu saja kami mirip. Bukankah sudah kukatakan padamu", balas Minhyuk ke Changsub yang kemudian bertanya kepada Sanha.
"Apakah kakek dan nenek kalian ada?"
Soobin menggeleng dan menjelaskan bahwa kakek dan neneknya sedang berada di luar negeri. Minhyuk mengangguk tanda mengerti. Sanha pun menawarkan mereka untuk masuk ke dalam rumah.
"Paman Minhyuk, paman Changsub, silahkan masuk"
"Sebenarnya aku ingin, namun masih ada pekerjaan yang harus dilakukan. Minhyuk akan menemani kalian", tolak Changsub secara halus.
"Apa tidak bisa paman tinggal disini sebentar?", Kata Soobin memelas.
Minhyuk kemudian merangkul Soobin, "Changsub disini hanya membantu ku untuk memanggil kalian, aku berjaga-jaga jika dirumah ada kakek dan nenek kalian. Bayangkan betapa terkejutnya mereka saat melihat ku mendatangi kalian".
"Itu benar. Lain kali aku akan mampir. Jadi, aku akan pergi sekarang. Kalian bersenang-senang lah. Bye...", Kata Changsub sembari melambaikan tangan nya dan dibalas oleh si kembar juga Minhyuk.