Episode 11

162 19 0
                                        


Sejak hari itu, Sanha Soobin Nayeon dan Minhyuk menjadi lebih dekat. Si kembar juga tak segan untuk mengunjungi tempat tinggal Nayeon. Tentu saja yang didatangi tak keberatan sama sekali. Seperti hari ini...


"Mengapa kalian kemari tidak memberitahukan sebelumnya? Setidaknya aku bisa membelikan bahan makanan sepulang kerja tadi", kata Nayeon yang memberikan dua mangkuk berisi sup tahu kepada Soobin dan Sanha. Nayeon pun ikut bergabung di meja  untuk makan bersama.

"Tidak apa-apa bibi, ini sudah lebih dari cukup", kata Sanha dengan sopan.

Nayeon pun menggoyangkan sendoknya tanda tak setuju.

"Berhenti memanggilku bibi, panggil aku ibu. Seperti yang Soobin lakukan"

Sanha yang mengerti mulai mengangguk. "Baiklah, eomma. Maaf, aku hanya belum terbiasa"


Tak lama, ponsel Sanha berbunyi dan segera di angkat oleh si pemilik ponsel.

"Ya paman....


Aku dimana? Aku di...."

Sanha melihat sekilas kearah Nayeon dengan maksud apakah ia boleh memberitahu kan pamannya jika ia berada di rumah Nayeon. Dan yang dilihat hanya mengangguk tanda tak keberatan.

"Paman, aku sedang berada di rumah bibi... Maaf, maksud ku eomma Nayeon


Ya, aku bersama Soobin juga...


Baiklah, aku akan kirimkan alamatnya"


Sanha menutup teleponnya. Soobin yang bertanya apa yang terjadi dan Sanha menjelaskan jika pamannya akan menyusul mereka. 

"Jadi, tak apa kan eomma?", Tanya Soobin.

"Tak masalah. Tapi jika pria itu ingin menyusul, bisakah kau memberitahunya untuk membawakan kita makanan dan minuman? Kita perlu cemilan bukan?", Kata Nayeon antusias.

"Baiklah, aku akan memberitahukan nya", kata Sanha cepat yang langsung berkirim pesan singkat untuk pamannya itu.



"Terima kasih sudah repot-repot membawakan kami makanan tuan Minhyuk", kata Nayeon yang menyambut kedatangan pria tinggi itu. Yang disambut hanya tersenyum tipis.

"Paman....!", Si kembar pun ikut menyambut dengan pelukan. Sampai membuat Minhyuk kewalahan harus menahan pelukan dua pria remaja itu.


Nayeon pun mempersilahkan Minhyuk duduk, dan ia memberikan semangkuk sup tahu buatannya. 

"Hanya ini yang kau siapkan?", Kata Minhyuk meledek.

"Sudahlah makan saja. Aku tak sempat berbelanja karena kedatangan mereka yang mendadak. Jika kau menolak, akan ku ambil kembali."

Minhyuk dengan cepat menahan mangkuk itu.

"Haha.. aku bercanda. Aku akan memakannya."


Nayeon, Soobin dan Sanha menonton film horor bersama. Sementara Minhyuk masih menyantap sup yang diberikan. 



Tak terasa film yang mereka tonton telah selesai. Film yang berdurasi 3 jam itu cukup membuat si kembar berada di rumah Nayeon sampai malam. Entah sejak kapan, Sanha sudah tertidur saat film selesai.

"Maaf eomma, Sanha memang sering tertidur saat nonton film", kata Soobin menyesal.

"Tak apa-apa. Biarkan dia tidur. Lalu apakah kau tidak mengantuk juga?", Tanya Nayeon lembut.

"Sebenarnya iya, tapi kami harus pulang"

Nayeon melihat keluar jendela, dilihat diluar sedang hujan lebat. Kemudian ia melihat kearah Minhyuk yang tak beranjak dari meja.

"Minhyuk, apakah kau membawa mobil? Sepertinya di luar sedang hujan"

"Iya, aku membawanya. Tapi aku terlalu malas untuk bawa mobil disaat hujan lebat begini", jawab Minhyuk.

"Maksudmu?"

"Bolehkan kita menginap untuk malam ini? Lagi pula besok hari minggu. Tak masalah juga bagi mereka. Bukankah begitu Soobin?"

Minhyuk yang melihat ke arah Soobin sembari memberi kode untuk membujuk Nayeon. Tentu saja yang dilihat mengerti dan ikut membujuk Nayeon. Jika Soobin sudah turun tangan, Nayeon pun tak bisa menolak. Alhasil mereka membiarkan tiga pria itu menginap di apartemen nya.

"Tapi aku hanya punya dua kamar. Kau dan Sanha bisa tidur di kamarku karena hanya di kamarku yang ada tempat tidurnya. Aku akan tidur di kamar satu lagi dengan kasur lipat. Dan kau.... Tidur disini", kata Nayeon sembari melihat kearah Soobin dan kearah Minhyuk setelahnya.

Soobin pun menolak dengan cepat.

"Tidak, eomma tidurlah di kamar. Aku Sanha dan paman Minhyuk akan tidur bersama di kamar satu lagi"

Kali ini Nayeon yang menolak.

"Tidak... Aku akan tidur disana. Lagi pula kamarnya terlalu kecil jika ditempati tiga orang. Dan aku tak bisa membiarkan anak-anak ku tidur dengan tidak nyaman"

"Anak-anakku?", Batin Minhyuk.

Soobin membeku. Sudah lama ia tak merasakan sosok ibu yang rela berkorban demi mereka. Dan kali ini ia melihat hal itu dari Nayeon. Sontak ia memeluk Nayeon dan menangis. Meski tak mengerti, yang dipeluk tetap membalas pelukannya dengan lembut.

MemoriesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang