Episode 9

162 17 0
                                        

~Malam hari sebelumnya~


"Yeoboseyo"  Kata Nayeon yang menjawab telepon dari seseorang.

"Hai, ini aku si pria mesum", jawab seorang pria diseberang sana.

"Tak kusangka ternyata kau benar-benar menghubungi ku. Seharusnya saat itu aku berikan saja kau nomor palsu", protes Nayeon yang membuat lawan bicaranya tertawa.

"Hahahaaaa ... Jangan seperti itu. Aku juga tak menyangka jika kau akan memberikan nomor teleponmu dengan mudah"

"Karena kau mengaku sebagai paman Soobin, jadi aku berikan"

Ya, pria yang menghubungi Nayeon malam ini adalah Minhyuk. Alasan Minhyuk memiliki nomor Nayeon, karena ia memaksa Nayeon untuk memberikan nomornya saat terjebak hujan di halte tempo hari.


"Jadi, apa yang ingin kau bicarakan?", Tanya Nayeon.

"Besok kau akan pergi kemana?", Tanya balik Minhyuk.

"Bukan urusanmu".

"Tentu saja menjadi urusanku".

"Memang kau siapa berani mengaturku?".

"Karena aku butuh referensi untuk mengajak seseorang saat weekend"

"Apakah orang itu pacarmu?"

"Apa kau cemburu?"

Nayeon memutar bola matanya dengan malas. Ia berpikir bagaimana bisa ia cemburu dengan pria yang baru ditemuinya.

"Hahahaaaa... Aku bercanda. Aku ingin mengakrabkan diri dengan kedua ponakanku", kata Minhyuk.

"Ah, begitu"

Nayeon berpikir sejenak, ia mulai melihat keluar jendela. Seketika ia terpikirkan satu tempat.

"Jika aku jadi kau, aku akan mengajak mereka ke taman hiburan"

Yang diseberang sana hanya ber 'oh' ria.  Nayeon kembali melanjutkan pembicaraannya. 

"Sepertinya Wolmi Park yang berada di pinggir pantai Incheon cukup bagus. Tempat nya tak terlalu jauh dari Seoul, namun tak terlalu ramai. Ah sepertinya aku akan kesana besok"

Minhyuk yang mendengar hal itu senang, ia merasa berhasil mengorek informasi dari lawan bicaranya itu.

"Ah, itu merepotkan. Sepertinya aku tidak akan kesana. Baiklah. Aku tutup teleponnya. Selamat malam"

Biippp!

Teleponpun tertutup. Nayeon dibuat kesal oleh kelakuan Minhyuk. Nayeon merebahkan diri ke tempat tidurnya.

"Apa-apaan dia! Padahal dia yang meminta saran, tapi dia juga yang menolak. Kalau pria aneh itu tak akan kesana besok, ya sudah tak apa-apa. Aku akan kesana sendiri. Aahh aku jadi tak sabar hari esok!"


~Flashback End~





Hari ini, Nayeon benar-benar pergi ke taman hiburan tersebut. Ia menikmati wahana sendirian, karena ia memang suka menyempatkan diri untuk berpergian sendiri. Namun sesaat kemudian, seorang pria menabraknya.

"Maafkan saya, saya tidak sengaja", kata pria itu.

Nayeon memberikan reaksi tangan '👌' menandakan tak ada masalah.

"Eomma! Apa yang eomma lakukan disini?"

Sontak Nayeon terkejut mendengar pria yang memanggilnya ibu itu.

"So-Soobin?!"

"Wah eomma kebetulan sekali. Eomma dengan siapa bermain disini?"

"A-aku sendirian saja. Kau sendiri bagaimana?"

"Aku bersama Sanha dan pamanku"

Nayeon berpikir sejenak, kemudian ia teringat perbincangan nya dengan Minhyuk semalam.

"Jadi orang itu benar-benar membawa kalian kemari? Padahal dia sendiri bilang hal itu merepotkan".

"Maksud eomma apa?", Tanya Soobin keheranan melihat Nayeon bicara sendiri.

Nayeon dengan cepat mengalihkan pandangannya ke Soobin.

"Oh, bukan apa-apa. Baiklah nikmati waktumu. Jangan sampai terluka oke... Aku pergi dulu"

Belum sempat Nayeon melangkah, lengan bajunya di pegang oleh Soobin. Nayeon segera berbalik melihat Soobin yang tertunduk lesu. Menyadari hal itu, Nayeon segera memegang kedua tangan Soobin yang masih memegang ketiga minuman.

"Ada apa?", Tanya Nayeon lembut.

Soobin mengangkat kepalanya, melihat Nayeon penuh arti.

"Itu, bi-bisakah eomma tetap bersamaku hari ini? Aku juga ingin bersama dengan eomma. Ta-tapi...."

Soobin menghentikan pembicaraan nya, Nayeon dibuat kebingungan olehnya. 

"Tapi apa?"

Soobin kembali bicara. "Ta-tapi aku belum menceritakan tentang eomma ke Sanha"

Akhirnya Nayeon mengerti. Entah atas dasar apa, Nayeon meraih ketiga minuman yang dipegang Soobin, lalu mengajak Soobin untuk bertemu dengan Sanha dan Minhyuk.

"Ayo, temui mereka. Aku akan menjelaskan nya pada Sanha. Jangan takut".

"Apa eomma yakin?"

Nayeon hanya mengangguk. Ia pun meminta Soobin untuk memandu nya menemui Sanha dan Minhyuk. Namun sesekali ia berguman dalam hatinya, 

"Apa yang kulakukan? Apakah me time ku berubah menjadi families time? Ah sudahlah..."

MemoriesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang