VOTE+KOMENT
HAPPY READING:)
Salsabila tengah membersihkan rumah seperti yang ibu-ibu lakukan biasanya, wanita berumur sekitar 40an lebih itu sesekali menggelap keningnya yang basah akibat keringat.
Salsabila merupakan istri fadlan, keduanya sudah dikaruniai 3 orang anak, yaitu anak pertama bernama Lifa Arnia, Gilang Mahendra, dan Gunawan Alfikri.
Mereka hidup bahagia tanpa kekurangan apapun, fadlan beruntung mendapatkan salsabila, yang merupakan wanita pintar dan berpendidikan, serta bisa menggurusnya serta anak-anaknya.
Lalu wanita itu beranjak menuju kamar sang putri, niatnya ingin membersihkan kamar malah tanpa sengaja mendengar percakapan lifa dan seseorang dibalik telfon
"Genta aku hamil, ini gimana? apa kita gugurin aja?" tanya lifa kepada seseorang dibalik telfonnya, sontak saja sapu yang ada ditangan salsabila terlepas begitu saja begitu mendengar ungkapan dari anaknya, wanita itu membekap mulutnya tak percaya.
Dan suara sapu terjatuh itu membuat lifa menoleh dan kaget saat melihat maminya yang ada didepan sana.
"Mami" lifa menghampiri ibunya, tanpa gadis itu sadari tangannya masih saja memegang tespack tanpa melepaskannya terlebih dahulu.
Perhatian salsabila tertuju pada tangan kiri anaknya, wanita itu rampas benda bergaris dua itu dari tangan anaknya, lalu menatap lifa marah.
"Kamu mau bikin malu mami sama papi!?" tanya salsabila setengah berteriak, membuat fadlan yang tengah duduk santai diruang tamu langsung menghampiri mereka.
"Kenapa mi?" tanya fadlan kepada istrinya, salsabila melempar tespack tersebut lalu kembali menatap lifa penuh kecewa.
"Ini maksudnya gimana?" tanya fadlan tak paham
"Dia hamil!!" salsabila menunjuk lifa dengan dagunya, membuat fadlan kaget bukan main
"Kamu hamil lifa!?" tanya fadlan, lifa hanya menunduk sambil menangis.
"Anak siapa lifa!!" tanya fadlan lagi, wajahnya sangat kentara, fadlan emosi, bagaimana bisa anak yang ia didik dengan penuh kasih sayang malah membuatnya malu?
"A-anak genta pi" cicit lifa
"Brengsek!! Kasih tau papi dimana rumah dia?"
"Di---"
"Wah anak om hamil?" suara tersebut membuat perhatian ketiganya teralihkan, didepan pintu sana berdiri dengan anggun sosok nadhira beserta tiara,kedua gadis itu menatap jijik ke arah tiga orang tersebut.
"bener ya karma itu emang berlaku" ujar tiara dibuat semenyedihkan mungkin.
"Nadhira maksud kamu apa?" tanya fadlan membuat nadhira tertawa remeh.
"coba kalian liat wajah ini" nadhira menunjuk tiara membuat gadis itu tersenyum
"Liat baik-baik" ucap nadhira lagi.
"Tante salsa, mirip gak anak ini sama om fadlan?" tanya nadhira, salsabila menatap teliti wajah tiara, benar gadis itu mirip dengan fadlan.
"Nahh mirip kan? om sih terlalu hebat bikinnya sampe mirip begini" ujar nadhira lagi, membuat salsabila dan lifa makin heran,sedangkan fadlan sudah ketar-ketir.
"Siapa dia kak?" tanya lifa
"Dia kakak kamu fa, namanya tiara angelica, anak dari om fadlan dan tante moza" ucap nadhira kelewat santai, gadis itu makin tersenyum lebar, begitupun dengan tiara.
"Moza siapa pi?" tanya salsabila
"gak tau aku gak kenal" balas fadlan cepat.
"aduh omnya dhira hebat banget bohongnya" nadhira melemparkan kartu memori kecil yang sama seperti yang nadhira lemparkan kepada ella tadi.
"tonton sekarang" kata nadhira, lifa lalu mengambil laptopnya dan memasukan kartu memori itu dan memutar sebuah video yang sama sekali tak mereka sangka.
Salsabila membekap mulutnya tak percaya sedangkan fadlan mengacak rambutnya frustasi
"Jelasin" salsabila menarik kerah fadlan
"Jelasin pi!" tekannya lagi
"tante tau gak? aku gak pernah dinafkahin loh sama ayah aku sendiri" ujar tiara dengan nada sedih
"Enak banget lo" tiara menghampiri lifa
"Hidup serba berkecukupan, punya orang tua lengkap, diberi kasih sayang, diberi cinta, dipeluk, dicium, gendong, sedangkan gue? gue ditelantarin! tapi gapapa meskipun gue ditelantarin gue gak bakal bikin malu orang tua gue, apalagi sampe hamil kayak lo" sindir tiara,membuat lifa menatapnya tajam.
"Itu sih nasib lo!, lo kan anak haram" balas lifa, nadhira hanya menonton saja tak mau ikut campur lebih banyak.
Tiara menunjuk perut lifa "Lo kira anak lo gak dibikin dari hasil zina? lo tau? kalau nggak karna ayah lo yang bejat itu gue gak bakal ada disini sialan" balas tiara membuat lifa semakin geram.
Ia ingin menampar tiara, namun deringan ponselnya membuat lifa urung
"Halo" sapa lifa
"gue gak mau basa basi, gue gamau tanggung jawab, lo urus sendiri anak itu, gue bakal pergi jauh dan jangan harap gue kembali"
Tutt
Lifa terdiam tanpa bisa menjawab, kakinya seakan tak bisa bergerak.
"Kenapa lifa?" tanya fadlan
"Genta, gak mau tanggung jawab" balas lifa pelan, tiara tertawa
"Gimana rasanya? ayahku tersayang gimana rasanya? wah rasanya gak sabar nunggu keponakan gue lahir, heh! awas lo gugurin anak ini,kalau sampe ketauan abis lo sama gue" amcam tiara
"Pi!! jelasin siapa anak itu?" tanya salsabila lagi karna tak mendapat jawaban dari fadlan
"Saya gak tau" balas fadlan membuat tiara kesal
PLAK
Satu tamparan tiara hadiah kan kewajah fadlan, laki-laki itu ingin membalasnya namun urung saat tangan nadhira menahannya.
"Jangan berani nampar sepupu saya" kecam nadhira membuat fadlan terdiam.
"Seharusnya om taubat, harusnya om mengakui tiara, kalau bunda tau, dia pasti nyesal karna punya adik kayak om" setelah mengucapkan itu nadhira bawa tiara keluar dari rumah itu.
Nadhira langsung memeluk tiara "Gue sebagai kakak sepupu lo, bakal jaga lo tiara, jangan khawatir, kalau lo butuh apa-apa bilang sama gue" ujar nadhira membuat tiara mengangguk
"Thanks nadh"
TBC
HIHIII KLEN KANGENN AKU GAK?
KIRA-KIRA UDH BRP LAMA AKU GA UP?
SPAM NEXT DISINI
SEE U
KAMU SEDANG MEMBACA
PERFECT NADHIRA [END]
General Fiction[Follow sebelum baca] [Cerita ini hanya untuk orang-orang yang bermental baja] Dendam dari masalalu belum usai! Nyawa dibalas nyawa! Kematian harus dibalas kematian! Anissa Khalisa Nadhira atau yang biasa dipanggil nadhira, siapa yang tahu gadis sep...
![PERFECT NADHIRA [END]](https://img.wattpad.com/cover/275418573-64-k906774.jpg)