VOTE+KOMEN
🎶FIRE ON FIRE||SAM SMITH🎶
Baca pelan-pelan biar dapat feelnya ♡
Enjoy!!
ADEGAN DIBAWAH BUKAN UNTUK DITIRU-!!🚫
"NADHIRA MENGHINDAR-!!"
DORR
"AYAHH!!!!"
Nadhira terpekik kaget saat ustadz dzaki menjadi tameng dari tembakan pistol yang seharusnya mengenainya, ustadz dzaki memegangi dadanya yang serasa perih dan jatuh terduduk.
"Ayah are you okay?" tanya nadhira panik lalu berjongkok didepan ayahnya, melihat banyaknya darah menyucur dari dada sang ayah membuat wajah nadhira pucat pasi "Jangan khawatir ayah baik baik aja" suara serak dan nyaris hilang itu membuat nadhira diam.
"BAWA AYAH SAMA DIRGA KERUMAH SAKIT CEPAT!! AJI, ALFI BURUAN" titah nadhira, mereka segera mengangkat ustadz dzaki, sedangkan irwan tersenyum miring ditempatnya
"Fyuhh emang sekarang saatnya kamu mati dzaki, saya udah bosan liat kamu didunia ini" ujar irwan membuat nadhira menoleh, gadis itu menatap penuh permusuhan kepada irwan, lalu menggengam tangan ayahnya
"Ayah duluan ya? harus sembuh okay? nadhira bakal balas ini" ujar nadhira, setelah itu aji dan alfi membawa tubuh ustadz dzaki masuk kedalam mobil, dan membawanya kerumah sakit.
Nadhira maju mendekati irwan yang tengah tersenyum remeh ke arahnya "Berani lo nyakitin ayah gue!!" geram nadhira "Tentu saja, oh ya peluru saya masih ada satu lagi, apa kamu mau menyusul ayahmu kesurga?"
"Lo kira gue takut!?" sanggah nadhira, ia semakin mendekat kearah irwan membuat pria paruh baya itu menggepalkan tangannya kuat
"Maju satu langkah saya tembak kamu" irwan mengangkat pistolnya membuat nadhira tercekat, diam sebentar lalu gadis itu kembali melangkah mendekat
"Saya peringati kamu nadhira! maju satu langkah lagi kamu saya tembak, saya hitung sampai tiga berhenti sekarang atau kamu akan menyesal-!!" ujar irwan lagi
"Gue gak takut!! sekalipun gue harus mati" balas nadhira tegas
"Satu" irwan mulai menghitung, namun nadhira tak kunjung berhenti
"Dua"
"Tiga"
DORR
DORR
BRUKK
Irwan tersungkur kelantai dengan punggung dan kepala bagian belakangnya bercucuran darah, membuat nadhira kaget, tepat setelah irwan jatuh kelantai nadhira melihat alta datang dengan pistol ditangannya.
Lelaki itu tampak menangis " BERANI LO LUKAIN AYAH GUE BAJINGAN!?" Alta menendang kepala irwan yang hampir kehilangan kesadaran itu
"KALAU SAMPAI AYAH GUE MATI, ANAK LO JUGA MATI SIALAN" Alta lalu mengarahkan pistolnya kearah devan yang terbaring tak berdaya dilantai.
DORR
"MATI LO BERDUA!! DUNIA GAK SUDI DIINJEKIN MANUSIA KOTOR KAYAK LO BERDUA" Umpat alta, laki-laki itu terlihat menyeramkan sekarang, Anggota Alvelios dan Regavos hanya terdiam melihatnya, apalagi regavos.
Mereka baru kali ini melihat sang ketua marah begitu besar, ya alta memang ketua regavos sekarang, biasanya alta tak pernah semarah ini, walau bagaimanapun Oji menganggunya, paling mereka hanya adu mulut dan berakhir baku hantam ringan.
Sedangkan Cakra dan Wijaya ikut kerumah sakit menemani aji dan alfi yang mengantarkan dirga beserta ustadz dzaki.
"GUE SABAR SELAMA INI LIAT TINGKAH LO BERDUA YANG SELALU USAHA NYULIK ADEK GUE, TAPI APA? KALIAN MAKIN MENJADI!!"
"JANGAN LO BERDUA KIRA GUE BODOH SELAMA INI, JANGAN LO KIRA GUE CUMA BISA DANGDUTAN DIRUMAH!! GUE SELALU MANTAU LO BERDUA, SEKARANG LO BERDUA BENAR-BENAR KETERLALUAN"
"MATI LO BERDUA, MUAK GUE LIAT MANUSIA BIADAB KAYAK KALIAN BERDUA!!" Setelah mengucapkan itu alta menendang serta menyepak tubuh tak bernyawa milik irwan dan devan, ya mereka sudah meninggal tepat setelah alta menendang mereka.
Nadhira yang melihat itu hanya membekap mulutnya tak percaya, apa yang ia lihat tadi sangat mengerikan, semua orang hanya diam, semua orang tak bisa berkutik.
Memang benar kata orang-orang, Diamnya seseorang bukan berarti dia lemah, hanya saja dia tak mau mengeluarkan emosinya karna itu akan berakibat fatal.
Nadhira mengakui itu, alta memang emosian tapi alta tak pernah semurka ini, bahkan hal ini tak pernah ia pikirkan sebelumnya, bahkan semuanya kacau tak sesuai rencana nadhira.
Awalnya gadis itu hanya ingin membuat devan kapok, tapi mengapa sampai ada bunuh membunuh?
"Alta..." panggil nadhira pelan membuat alta yang masih meluapkan emosinya ketubuh irwan dan devan menoleh "Abang..." suara nadhira kian lembut membuat alta terdiam, emosinya yang tadi tumpah perlahan membaik.
"Jangan gini bang..."
"Dhira takut"
"Ini dosa bang"
"Abang udah bunuh dua nyawa, gimana kalau ayah tau? ayah pasti kecewa"
"Ngucap bang, dhira tau abang mudah emosi, tapi gak gini"
Ucapan nadhira membuat alta tersadar, dada alta naik turun, ia benar-benar dikuasai oleh setan tadi, ia tak menyadari perbuatannya
Nadhira menggenggam tangan alta yang bercucuran darah "Tangan ini... , udah banyak dosanya" ujar nadhira, alta tak menjawab ia hanya termenung.
Tangan nadhira beralih ke kaki alta
"Kaki ini... juga banyak dosanya"
"Ayo kerumah sakit, kita jenguk ayah" ujar nadhira, gadis itu membopong alta
"Kuburkan jenazah irwan dan devan secara layak, kalau sampai gak layak lo semua tau akibatnya" perintah nadhira kepada anggota alvelios serta regavos "Regan, dion antar gue kerumah sakit" pinta nadhira langsung diangguki regan dan dion.
"Ini semua telah selesai, dendam sudah usai, saatnya memulai hidup baru"
TO BE CONTINUED
Nulisnya sambil kesel+emosi, seluruh emosiku kutumpahkan kepada cerita ini wkwkwk..
Alta serem ih takut:(
Adengan diatas bukan untuk ditiru ya :)
KAMU SEDANG MEMBACA
PERFECT NADHIRA [END]
General Fiction[Follow sebelum baca] [Cerita ini hanya untuk orang-orang yang bermental baja] Dendam dari masalalu belum usai! Nyawa dibalas nyawa! Kematian harus dibalas kematian! Anissa Khalisa Nadhira atau yang biasa dipanggil nadhira, siapa yang tahu gadis sep...
![PERFECT NADHIRA [END]](https://img.wattpad.com/cover/275418573-64-k906774.jpg)