Di pinggir sungai yang jernih terdapat bebatuan kecil dan besar yang membuat aliran sungai semakin cantik. setelah melihat sungai abikara langsung melepaskan mahkota lalu melipat lengan Bajunya sebatas siku.abikara hendak melakukan kewajiban sebagai muslim. berwudhu secara perlahan sesuai yang diajarkan kian santang.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
pertama abikara berniat dalam hati. lalu membasuh kedua telapak tangan. seterusnya melakukan wuhdu berurutan setelah selesai abikara membaca doa. DOa setelah wudhu:
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah selesai abikara lekas melaksanakan sholat fardu dengan khusyuk dengan alas daun pisang. wistapati yang melihat dengan matanya Sendiri saat adiknya melakukan hal hal yang biasa orang muslim lakukan. Wistapati marah ingin rasanya memukul abikara untuk menyadarkan kembali.
" kian santang!! Kau telah menghasut abikara untuk mengikuti aliranmu!! tidak akan kubiarkan abikara melakukanya.! wistapati menghampiri abikara berniat menganggu.
Bugh!
tangan wistapati di tendang oleh citraloka. " siapa kau! Berani sekali menganggu !. marah wistapati. " aku tidak akan membiarkan kau menganggu abikara sholat! " sahut tegas. " kurang ajar! mati saja kau bedebah!" menyerang citraloka.terjadi pertarungan epic antara wistapati dengan citraloka.
Assalamu'alaikum waruhmatulh "tasyahud akhir abikara lalu berdoa.
Wistapati terus menerus menyerang membuat citraloka kewalahan sendiri. suara pedang beradu dengan keris.
Ting
Ting
Duar
tubuh citraloka terpental ke belakang. sebuah tangan menangkap tubuh citraloka matanya menatap manik coklat abikara. " abi ka ..ra .. " sebut citraloka lalu pingsan. dengan hati hati abikara meletakkan citraloka di bawah pohon.
" RAYI ABIKARA" tegur wistapati.
abikara menghadap ke arah wistapati datar tatapan tajam ,tak menjawab. " KENAPA KAU MENGHIANATI RAKAMU! APAKAH KAU BERSEKUTU DENGAN KIAN SANTANG!" teriak wistapati murka.