Jangan lupa, komen dan vote xoxo.
"Lo beneran tinggal sama itu orang sekarang?"
"Namanya Charis, Gita. Bukan itu orang. Mulai sekarang dia bukan orang lain. Dia itu ya partner gue."
Setelah pergi ke kompleks pemakaman tempat Saga beristirahat, Wanda memutuskan untuk bertemu dengan Gita. Di sebuah Mall di Jakarta Selatan. Sudah lima jam dia pergi dari rumah Charis dan lelaki itu sepertinya benar-benar tidak ingin mengganggu Wanda dan kesibukannya. Charis tidak menghubunginya. Sebenarnya biasanya juga tidak. Tapi, itu karena mereka memang tinggal dalam satu radius.
Melihat hal itu, Gita jadi curiga. Kalau hubungan antara Wanda dan orang itu bukan hanya sekadar partner. Mulai dari garis wajah Wanda yang seperti terlihat baik-baik saja. Kemudian, bagaimana Wanda menceritakan apa yang terjadi ketika mereka hidup bersama. Wanda seperti sedang terapi untuk sembuh dari masa kelamnya. Gita meyakini bahwa Wanda sedikit demi sedikit sudah pulih.
"Jadi, lo ngapain aja sama partner lo itu?" Gita meneguk kopi yang ada di dalam gelasnya. Matanya memandang lurus ke arah Wanda yang juga meneguk jus semangka.
Wanda terdiam, "Ya kalau di tempat kerja gue kerja. Kalau di rumah ya kadang marathon movie, atau beres-beres, atau olahraga. Banyak lah, nggak diam aja."
Semenjak Saga meninggal, ada banyak hal yang tidak Wanda kerjakan. Dia biasanya hanya akan menghabiskan akhir pekan di rumah dan tertidur. Bisa sepanjang hari atau bahkan berhari-hari. Seakan-akan hanya tidur yang bisa membuatnya melupakan banyak hal termasuk rasa bersalahnya. Dan Gita tahu, jika Wanda kesulitan untuk mengatur jam tidur dan kerjanya.
Gita sempat khawatir jika Wanda akan semakin berantakan ketika dia memutuskan untuk tinggal di Jakarta lagi. Karena hampir seumur hidupnya, bersama Saga, menghabiskan waktu di Jakarta. Tapi, melihat keadaan Wanda saat ini, Gita menyadari jika Wanda justru semakin baik. Wanda lebih ekspresif dan itu membuat Gita suka dan senang. Jadi dia memutuskan akan berteman juga dengan Charis nantinya. Jika Wanda mau mengenalkannya dengan Charis. Si laki-laki dengan dua jiwa.
"Hari ini libur, Charis kemana?"
Wanda menaikkan bahunya, "Nggak tahu sih, tapi biarin aja, sekali-sekali dia mungkin butuh sesuatu yang cuma bisa dilakukan sendirian."
Apa yang dikatakan Wanda tentu saja tidak sesuai dengan apa yang dilakukan Wanda. Sebab di hadapan Gita, saat ini Wanda sering kali melihat ke arah layar ponselnya yang tetap hitam. Seolah sedang menunggu kabar dari seseorang. Yang Gita tahu, pasti Charis. Sebab siapa lagi kalau bukan? Gita semakin penasaran seperti apa Charis. Sikapnya. Parasnya. Pertemuan singkat yang pernah mereka lakukan tidak cukup buat Gita untuk menyimpulkan seperti apa sosok Charis.
Puncaknya, Gita melihat Wanda menarik napas dan memutuskan membalik ponselnya. Dan mencurahkan fokusnya kepada Gita. Berusaha melupakan harapannya mendapatkan pesan dari sosok Charis di seberang sana. Dan sikap Wanda seperti itu benar-benar mengingatkannya kepada Wanda beberapa tahun lalu. Saat dia sedang jatuh cinta pada Saga. Saat segala sikap Saga membuatnya resah.
"Lo janji sama Charis balik jam berapa?"
"Ya nggak pakai janji sih, bisa balik kapan aja," kata Wanda.
"Terus mau balik jam berapa? Mata lo udah kaya mau keluar itu liatin HP padahal jelas nggak ada pesan atau telepon."
Wanda mengubah mimik mukanya dengan sebal, "Yah, emang sih. Ngapain juga ya gue liatin HP."
"Lo risau," simpul Gita.
Alis Wanda bertaut, "Risau apaan deh," katanya tidak terima.
"Yah, mulut ngomong gitu. Itu muka udah kaya ditinggal pacar dua tahun. Ngaca deh."
KAMU SEDANG MEMBACA
Trauma (Completed)
FanfictionCharis bertemu Wanda yang memanggilnya dengan nama Dika. Setelah bertahun-tahun akhirnya dia mengetahui siapa sosok lain yang bersemayam di tubuh yang sama itu. Kemudian, Wanda yang masih trauma dengan kepergian suaminya dihadapkan oleh dua orang b...
