INDESIRABLE

1K 35 0
                                        

17

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

17. KHAWATIR

Malam semakin larut, rembulan sudah berada tepat di atas kepala seorang cowok yang tengah mengendarai motor sport berwarna hitam kesayangannya itu. Membelah jalanan kota yang masih saja ramai walaupun sekarang waktu sudah menunjukkan tengah malam.

00.00

Alaska menuntun sepeda motornya itu ke dalam rumah dengan hati-hati setelah membuka gerbang, cowok itu melepas helmet nya setelah memasukkan motornya ke dalam garasi. Berjalan dengan santai ke dalam rumah seolah-olah pulang semalam ini biasa baginya, seolah-olah tidak ada penghuni lain yang berada di bawah satu atap dengannya. Membuka pintu utama dengan gerakan pelan agar tidak menimbulkan suara bising, lalu melangkahkan kakinya menuju lantai dua.

Alaska membuka pintu kamarnya, ingin segera merebahkan tubuhnya dan menuju alam mimpi. Namun, langkah kakinya terhenti secara tiba-tiba ketika pandangan mata cowok itu melihat keadaan  kamarnya. Seperti kapal pecah, seperti telah diobrak-abrik oleh penyusup.

Mengedarkan pandangan menatap sekeliling kamar dengan nanar, pandangan mata cowok itu akhirnya jatuh pada sebuah bingkai yang tergeletak di lantai dengan keadaan yang sudah tidak utuh, pecahan dari kaca bingkai itu membuat Alaska meringis ngilu karena tangan cowok itu berusaha mengambil sebuah foto di antaranya.

Sebuah foto yang menampakkan dirinya dan ibundanya tengah tersenyum menatap kamera. Sebuah foto yang menjadi kenangan terakhir dari ibundanya kini sudah tidak berbentuk.

"Shit!"

Sadar apa yang baru saja terjadi, Alaska berlari menuju lemari nya dan membuka pintu yang terbuat dari kaca itu dengan cepat, mencari-cari keberadaan sebuah kotak yang selama ini ia simpan di dalamnya dengan baik. Membuka kotak dari kayu itu cepat dan membuang nafas lega ketika benda itu tidak hilang dan masih baik-baik saja, tangan cowok itu mengambil sebuah liontin berbentuk hati milik ibundanya dengan segera.

Lantas berjalan keluar kamar dengan langkah tergesa serta pandangan mata yang sudah dipenuhi kabut amarah. Sungguh! Alaska benar-benar kehabisan kesabaran nya malam ini.

"DAMAR!!"

Suara keras Alaska berhasil membuat seorang pria paruh baya itu berdiri dari duduknya dan meletakkan wine nya itu ke atas meja, berjalan menghampiri anak laki-laki nya dengan santai.

"Tidak sopan, apakah ibunda kesayangan mu mengajarkan hal seperti ini kepada orang tua?" Damar bertanya dengan nada rendah, tatapan matanya sama persis seperti Alaska, menusuk dan tajam.

Tanpa banyak bicara, Alaska menarik kerah pria yang disebut ayah nya itu dengan kuat, melayangkan tatapan membunuh yang selama ini tidak ia tunjukkan ke siapa pun.

INDESIRABLETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang