[LIHAT SEBELUM HILANG]
[HARGAI SEBELUM PERGI]
"a dark figure doesn't mean he is demon"
_____
[ S E L E S A I ]
"Gue gak nyangka, cewek dengan perdikat baik di sekolah keluyuran malem malem gini, di area balap?"
"Tutup mulut, ya?"
"Yang Lo suruh tutu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Seorang cowok dengan jas hitam yang membalut tubuhnya itu menepikan mobilnya tepat di depan sebuah rumah modern dengan cat dinding warna putih. Sepertinya gadis nya masih belum siap karena tidak juga memunculkan batang hidungnya selama sepuluh menit ia sudah menunggu. Bahkan untuk sekedar mengiriminya pesan balasan pun tidak.
Alaska akhirnya turun dari mobil dan berjalan memasuki halaman rumah Amela, beruntung gerbang rumahnya terbuka. Lantas setelah sampai di teras rumah ia memencet tombol bel, Alaska menunggu beberapa detik hingga seorang wanita paruh baya yang mengenakan daster itu membukakan pintu untuk Alaska, Bu Warni. Asisten rumah tangga Amela.
"Eh, ada den Alaska. Silahkan masuk, non Lala nya masih belum siap." Bu Warni berujar seraya mempersilahkan Alaska untuk masuk.
Alaska mengangguk dan mendudukkan tubuhnya di sofa ruang tamu. Cowok itu hendak mengirim pesan kepada Amela lagi, namun suara ketukan sepasang high heels dari seorang gadis yang tengah berjalan mendekatinya membuat Alaska mengurungkan niatnya dan mendongakkan kepalanya.
"Nunggu lama? Sorry..."
Seorang gadis yang mengenakan dress hitam dibawah lutut, dengan rambut yang ia biarkan terurai panjang itu menatap Alaska bersalah karena telah lama menunggunya.
"Ka?" panggil Amela saat tidak mendapat respon dari cowok di hadapannya.
Alaska menatapnya kosong, tidak berkedip dan mungkin cowok itu tengah menahan nafas sekarang. Amela jadi khawatir dan langsung melihat penampilannya dari bawah hingga atas.
"Alaska!"
"Hah? A-apa?" tanya Alaska sedikit terbata, kemudian berdiri dari duduknya.
"Kenapa?! Aku jelek, ya?!" tanya Amela ketika melihat Alaska menatapnya aneh tadi.
"Apa aku gak pantes pake baju ini? Aku ganti deh ya."
Amela hendak berbalik dan menuju ke kamarnya lagi, tetapi pergerakannya terhenti saat sebuah tangan mencekal lengannya dan menariknya untuk berbalik lagi.
"Eh eh." Alaska berhasil menghentikan Amela dan membuat gadis itu berdiri kembali dihadapannya. "Padahal aku belum ngomong, kamu keburu nyimpulin tatapan aku."
"Terus, kenapa?" tanya Amela sembari melipat kedua tangannya di depan dada.
"Cantik, You are the most beautiful woman tonight." Alaska mengatakan itu sembari menangkup wajah kecil Amela dengan kedua telapak tangannya.
"Gaun nya aja kalah cantik sama kamu."
Amela tersipu, terbukti saat kedua pipinya memanas.
"Ka-"
"Cieee, merah pipinya." Alaska tertawa melihat bagaimana Amela berusaha menyembunyikan kedua pipinya, lucu.
Amela menatap Alaska kesal. "Kamu bisa gak sih, satu hari gak bikin aku salting?"