"Oh, Chaeyoung~ah!" seru Lisa setelah mengangkat kepalanya dari bahu Jennie dan menyadari keberadaan Kakak kembarnya itu.
Gadis bersurai blonde itu tersenyum lirih melihat Lisa yang berjalan terseok ke arahanya seolah tak terjadi apa-apa "Chaeyoung ku sayang~"
Rosé bergeming membiarkan Lisa memeluknya. Nafas panas Adiknya itu terasa menerpa lehernya "Aku mencari mu kemana-mana, kau disini rupanya."
Lisa menjauhkan tubuhnya untuk menatap Rosé "Bukankah, kau sibuk bersama Jisoo?"
Suasananya mendadak hening, Rosé melirik pada Jennie yang terdiam dengan canggung "Tolong bawa Lisa ke mobil. Aku akan menyusul."
Jungkook yang sejak tadi berdiri tak jauh di belakang Rosé segera bergerak menggendong tubuh kurus Lisa di punggungnya.
"Maaf Eonni, Lisa pasti merepotkan mu." Tutur Rosé setelah memastikan Jungkook berlalu membawa Lisa pergi.
"Aniyo, Lisa justru membantu ku. Dia hendak menghantar ku pulang ditengah hujan. Tapi karena aku tertidur, jadi dia membawa ku ke Hotel untuk beristirahat dan membersihkan dirinya. Tidak lebih."
Senyum tulus itu terbit di wajah oval Rosé "Kalau begitu ikutlah, aku akan mengantar mu sampai rumah."
"Tidak perlu. Rumah ku sudah dekat." Ujar Jennie berusaha menolak.
"Remaja seperti kita tidak baik berkeliaran sendirian di malam hari. Paman Jeon bisa mengantar mu dengan mobil Lisa, aku akan kembali dengan mobil ku."
Kedua alis Rosé terangkat, tatapannya lurus menatap mata Jennie dalam "Arraseo, terimakasih Rosé."
****
Jungkook tak henti-hentinya tersenyum mendengarkan ocehan Lisa yang tengah melantur sambil memeluk lehernya "Superman~ Tut turut, turut turut turut, Aku adalah Superman~"
"Supergirl, Lisa. Kau kan seorang gadis." Ujar Jungkook sedikit melirik Lisa yang asik di atas punggungnya.
Gadis Uhm itu mengangguk kencang
"Lisa gadis Super, Lisa bisa terbang! Wosh~"
Jungkook mengulum bibirnya menahan tawa. Laju kakinya itu ia percepat dengan tubuh yang sedikit mencondong seolah membuat Lisa terbang dengan posisi Superman.
Tak terasa keduanya sampai pada mobil merah milik Rosé. Tangan kekar Ayah Jungkook terulur membukakan pintu untuk keduanya, Jungkook dengan perlahan mulai menurunkan Lisa dengan kesadaran yang semakin menghilang.
Jungkook bergerak menyelimuti Lisa yang terduduk, membenahi posisi tubuh kurus gadis itu agar tak melukainya, dan semua perlakuan yang Jungkook berikan tak luput dari perhatian Tuan Jeon.
"Jangan jatuh cinta padanya Jungkook." Tubuh tegapnya terpaku sesaat.
Suara Ayahnya itu seolah menyadarkan Jungkook dari mimpinya "Ingat, kasta mu dan Lisa sangatlah jauh. Kau hanya kacung dimatanya."
"Paman Jeon?" kedua pria itu menoleh pada Rosé.
"Tolong antarkan Jennie pulang ke rumahnya menggunakan mobil Lisa. Aku dan Lisa akan pulang lebih dulu bersama Jungkook."
Pria berumur setengah abad itu mengangguk patuh setelah menerima kunci mobil milik Lisa. Rosé masuk lebih dulu setelah bersalaman dengan Jennie, meninggalkan Jungkook dan Tuan Jeon.
Senyum tipis itu muncul di wajah sang Ayah yang berlalu setelah menepuk bahunya penuh arti "Jangan menyakiti diri mu sendiri, Nak."
****
KAMU SEDANG MEMBACA
Fraternal
FanfictionTidak ada kata selamanya dalam dunia ini. Baik pertemuan ataupun perpisahan. Karena pada akhirnya, ada saat dimana yang bertemu akan diberpisah dan yang berpisah akan kembali dipertemukan.
