BRAK!
Sebuah monitor sekolah itu tergeletak dengan kondisi hancur dilantai. Beberapa siswa mendongak mendapati sosok Rosé yang berdiri tanpa ekspresi.
"Kalian pengurus web berita sekolah bukan? Beritahu aku siapa saja orang yang menulis komentar itu jika kalian tidak ingin menanggung akibatnya."
Kumpulan siswa itu bergerak panik mengotak-atik komputer dihadapan mereka "Ini..."
Seorang pria yang Rosé yakini adalah Adik kelasnya itu bangkit menyodorkan sebuah kertas berisi beberapa nama dan kelas.
"Oh kau salah satunya ternyata." Rosé mengalihkan pandangannya, melempar tatapan tajam pada gadis yang duduk di sudut ruangan seolah berusah bersembunyi darinya.
Oksigen dalam ruang siaran itu seolah menghilang saat Rosé dengan tungkai panjangnya itu berjalan pelan menuju sudut ruangan "Lee Sae Rom."
"Kau berpikir aku tak akan mengenali mu? Aku kepala oraganisasi sekolah, bukan hanya semua siswa yang mengenal ku, tapi aku pun hafal dengan semua wajah dan nama yang pernah berhadapan dengan ku."
Tubuh kurus Rosé tercondong tepat dihadapan wajah Saerom "Kau meninggalkan sebuah komen, berkata jika kami tidak memiliki kami dan... sok berkuasa?"
"E-eoh! Memangnya kenapa? Aku benar, kan? Kalian bersikap seolah penguasa dari sekolah ini!"
Senyum manis itu terbit membuat wajah oval Rosé nampak begitu menawan dan cantik "Aku tidak pernah berkata dan merasa jika aku berkuasa di sekolah Ayahku sendiri,"
"Tapi..." Rosé menjeda kalimatnya, meraih kedua pipi gadis dihadapannya itu untuk dimencengkram dengan kuat.
"Karena kau yang mengatakannya. Maka akan ku tunjukkan pada mu, apa itu berkuasa." Lanjut Rosé menghempas wajah gadis itu asal.
"Tinggalkan kami. Kunci pintunya." Tutur Rosé tegas dengan tubuh berdiri tegak.
Sekitar 5-7 siswa yang semula berada di dalam sana kini berlarian keluar setelah mendengar perintah tegas dari Rosé "Apa yang ingin kau lakukan?"
"Kau seharusnya tahu, siapa aku." Ujar Rosé menjauhkan tubuhnya dari Saerom.
Pandangannya mengedar, gadis Uhm itu meraih sebuah buku yang begitu tebal di salah satu rak, membawanya dengan langkah anggun mendekati Saerom yang bergetar ketakutan.
"Kau tidak akan berani melukai ku!" ancam Saerom dengan senyum bangga.
Semua orang tau Rosé adalah gadis lemah lembut berotak cerdas kesayangan para guru. Sifat yang Rosé miliki jauh berbeda dengan Lisa yang dikenal dengan perlaku bullying bersifat sadis dan tak berhati.
"Kau bukan Lisa. Kau hanyalah gadis lemah yang berlindung di balik nama Adik kembar mu yang iblis!"
Rahang Rosé mengeras. Ia tak suka jika orang lain menghina Adik kembarnya "Kenapa tidak? Kami kembar,"
Senyum ramah itu kian mengembang di wajah Rosé "Jika Adik ku saja bisa menjadi Iblis, maka... aku adalah Kakak kembar dari seorang Iblis."
BRAK!
AKRHHH!
Tubuh semua siswa yang berdiri memenuhi koridor itu tersentak dan menegang sesaat setelah mendengar jeritan suara Saeron "Apa yang terjadi di dalam sana? Apa dia benar-benar Rosé?"
Klek~
"Nde." Semua orang menoleh pada Rosé yang keluar dengan wajah ramah.
"Aku Uhm Rosé, Kakak kembar dari Uhm Lisa." Tegasnya menekan kata 'Kakak kembar' sebelum melenggang pergi membelah kerumunan siswa disana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fraternal
FanfictionTidak ada kata selamanya dalam dunia ini. Baik pertemuan ataupun perpisahan. Karena pada akhirnya, ada saat dimana yang bertemu akan diberpisah dan yang berpisah akan kembali dipertemukan.
