⚠Sebelum Baca jangan lupa tap bintang dulu ya!⚠
Happy Reading🧚♀️
•••
"Duar!" Amora yang sedang melamun ditaman sekolah terkejut.
"Andra ngagetin aja!"
"Pagi-pagi udah ngelamun kesamber petir baru tau rasa,"
"Ah rese lu." Amora menghela nafas kasar. "Gue binggung Papah jadi baik semenjak gue memenangkan olimpiade itu,"
"Ya bagus dong kalau papah lo jadi baik,"
"Tapi masalahnya papah baik itu karna gue memenangkan olimpiade. Mungkin semuanya akan kembali seperti semula,"
"Al lo jangan takut ada gue yang akan selalu bantuin lo." Amora menganguk dia sedang menunggu kedatangan Okky dari tadi pagi tapi sampai sekarang belum kelihatan batang hidungnya.
"Hei, hei, hei kalian tau gak?" Suara teriakan Wulan mengalihkan pikiran Amora. Amora melihat Wulan yang sedang berlari kearahnya sembari berteriak. "Kembalinya ratu sekolah!"
"Maksudnya?" Tanya Amora tidak paham.
Andra yang mendengarnya memutar bola mata malas. Sebab Wulan kalau ngomong suka tidak jelas. "Ah elu kalau ngomong suka gak jelas!"
Wulan hanya berdecak kesal melihat Andra yang malas dengan kedatanganya. "Ah elu Nyebelin amat. Oh Iya Ratu sekolah kembali kesini dia sekarang sedang berada di kantor kepala sekolah."
"Ya terus apa urusanya sama gue?!"
"Enggak ada sih," ucap Wulan sambil cengegesan.
"Huuu mending kita masuk kelas bentar lagi masuk." Mereka bergegas kekelas saat dilorong Amora melihat Okky yang berada diseberang sembari tersenyum Okky berjalan akan menghampiri Amora.
Amora pun berjalan pelan menghampiri Okky tapi sebelum itu ada Orang yang mendorongnya dan mengakibatkan Amora terjatuh kelantai.
Amora dibantu berdiri Oleh Wulan dan Andra. Amora mendegus melihat orang itu berlari tampa meminta maaf. Tapi Amora terkejut matanya membulat saat melihat orang itu berlari kearah Okky. Sebenarnya bukan karena itu. Tapi orang itu langsung memeluk Okky dengan erat.
***
Bel istirahat berbunyi dengan nyaring. Membuat Wulan dengan kasar menarik lengan Amora. Karena sejak dari tadi Amora Tidak mau diajak kekantin bahkan sampai tidak berbicara satu kata pun. "Amoy Lo kenapa sih dari tadi!" Amora menggeleng tanpa melirik Wulan yang sedang menahan kesal.
"Kekantin yuk, gue laper tau," Amora juga sebenarnya merasa lapar namun ia malas keluar kelas. Namun, ia sudah tidak kuat tiba-tiba tubuhnya merasa lemas. Amora memutuskan akan kekantin. Lalu dia berdiri dan memegang tangan Wulan.
"Nah gitu dong." Mereka berdua berjalan menuju kantin. Sedari tadi Wulan terus berceloteh namun tak dihiraukan Oleh Amora. Karna sejak tadi Pikiran Amora terus melayang ke kejadian pagi tadi.
Mereka memesan bakso. Saat mereka menunggu makanan, dari seberang Okky dan kawananya berjalan menuju kantin. Tentunya dengan Orang yang sudah mendorong Amora.
"Moy, tuh yang sama Okky itu tuh Ratu sekolah yang tadi dorong lo. Namanya Jeslyn Yang pernah sekolah disini namun pindah saat kelas 10 semester Dua. Lo mana tau karna lo anak kutu buku."
KAMU SEDANG MEMBACA
AMORA (END)
Teen Fiction⚠ DIHARAPKAN UNTUK FOLLOW TERLEBIH DAHULU ❤ ⚠ Jangan lupa Vote+coment disetiap partnya yah!❤ ••• "Kalau mau jadi pacar gue..." "Kasih gue seribu mansion sebelum jam 12 malam, itu syaratnya." Amora Almeida. Yang sering dipanggil Mora adalah murid yan...
