"Min pas kóntra sti moíra, ketika takdir melenceng dari yang seharusnya."
Aku hanya seorang gadis yatim piatu. Namun suatu hari ketika aku terbangun, hidupku sudah dikelilingi oleh ayah protektif dan tiga kakak lelaki yang super gila!
WARNING (16+)
...
Sang ahli parkour melesat terampil dari balkon satu ke balkon lain. Kemudian berhenti di salah satu ruang yang ada di posisi teratas mansion. Kakinya bersinggah di ambang jendela kamar putih tersebut. Sementara pandangannya memindai tiap celah dan sudut, mencari sosok yang ingin segera dia ganggu.
"Kerdil~," panggil Reyson seperti nada anak kecil saat bertamu di tempat orang.
Sayangnya, kamar itu kosong.
Seolah milik sendiri, Rey memasukinya dan berbaring santai di kasur. Meskipun kosong, toh ini kamar Rene. Gadis itu cepat lambat pasti akan kembali.
Dengan menekuk lengan sebagai bantal, Rey menatap langit-langit kamar. Kamar ini dulunya dibuat oleh mendiang ibunya untuk anak perempuannya kelak. Sayangnya, bayi yang lahir dengan jenis kelamin perempuan adalah bayi ke empat.
Reyson bukannya iri atau cemburu. Dia hanya berpikir seandainya dia lahir sebagai perempuan, kamar ini pasti sudah menjadi miliknya dan Kaizel mungkin tidak akan menjadikannya calon penerus. Untungnya tidak begitu. Sebab, jika iya, di saat ibunya tiada dan kebetulan Kaizel sedang menjalani misinya waktu itu, Reyson mungkin tidak akan mampu melindungi adik-adiknya dari Marien. Wanita laknat yang pernah mengaku menjadi ibu kandung Rene dan menyiksanya selama bertahun-tahun.
Sekarang, Reyson sudah bebas. Devinter aman dari serangga busuk seperti Marien. Posisi penerus yang merepotkan juga bukan lagi menjadi tanggung jawabnya. Karena seperti yang Rey minta, Kaizel sudah melimpahkan tugas penerus Devinter pada sang putra kedua.
Delein dan Demian pun bukan lagi anak kecil yang perlu dijaga. Mereka sudah lebih dari mampu bertahan hidup meski dilepas ke dunia yang seperti neraka. Reyson kini hanya perlu memprioritaskan satu hal saja. Melindungi Renebell. Dari para cangcut.
Ssttt!
Tiba-tiba Rey melihat sekelebat bayangan hitam melintas di luar jendela. Dia langsung tanggap dan bergegas bangkit, menghidupkan mode waspadanya sambil bersiap mengejar. Namun sayang, bayangan misterius itu lenyap tanpa jejak. Membuat rasa penasaran dan kecurigaannya meningkat.
Detik berikutnya, keanehan lagi-lagi terjadi. Rey dikejutkan oleh rasa menyengat di punggung jari tangannya. Begitu menunduk, terlihat tiga digit angka muncul di sana. "Ck, ini lagi! Dosa apa yang telah ku perbuat?"
Sekeras apapun Rey menggosoknya, lambang itu tetap tidak mau hilang. Apa ku potong saja ya, tanganku? batinnya serius.
Reyson adalah satu-satunya Devinter yang memiliki mata biru. Dulu berwarna hitam saat dia masih memiliki kemampuan untuk melihat masa depan. Sekarang, kemampuan itu sudah tidak ada lagi semenjak dia menukar masa hidupnya demi menyelamatkan Rene dari kematian. Karena pertukaran tersebut, Rey jadi tidak bisa mati ataupun menua. Kecuali jika tubuhnya berada di dekat Rene.
Seandainya ada di sisi Rene, Reyson mungkin bisa menghilangkan tato yang tiba-tiba muncul secara misterius itu meskipun harus dengan cara melukai tangannya sendiri. "Haiss, kambing. Aku butuh Kerdil."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.