_bagian 16, limitation_
Rene sedang menyantap sarapannya di kasur saat tiba-tiba para pekerja mansion berbondong-bondong memindahkan benda-benda berat beserta segala jenis dokumen ke dalam kamarnya. Gerakan menguyah gadis itu melambat, kebingungan dengan kegaduhan yang mengisi kamarnya secara mendadak. Dia lantas menengok ke Krista yang sedari tadi berdiri tegak di sisinya, bermaksud meminta penjelasan.
"Anu ..., Nona Kecil-, itu ..., T-tuan Direktur mulai hari ini akan menjaga di dekat Anda." Krista merapatkan mata sambil menunduk tak tega. Wanita itu tahu Nona kecilnya masih merasa segan terhadap Tuan Direktur. Namun Krista tak dapat berbuat apa-apa selain mematuhi perintah.
Sendok logam di tangan Rene pun spontan terlepas. "S-siapa katamu?"
Sang pelayan tidak menjawab. Tunduknya semakin dalam. Rene tidak menunggu kejelasan Krista lagi saat indera pendengarannya menangkap derap langkah kaki pria mendekati kamarnya. Tapak sepatu orang itu mendarat teratur di atas kerasnya marmer dengan tenang namun menyeramkan. Ditambah kegaduhan yang timbul dari para pekerja langsung senyap, seolah mereka dapat menebak siapa yang akan datang.
Kaizel Arjen Devinter memasuki kamar sang putri. Akibat kehadirannya semua orang terdiam. Tak terkecuali si pemilik kamar yang hanya mampu tercengang.
Dalam sepersekian detik pandangan mereka bertemu. Kaizel tidak mengatakan apa-apa. Pria itu menduduki kursi kebesarannya dan lanjut mengerjakan dokumen. Raut muka sang direktur dingin seperti biasa, namun sorot matanya tak dapat menipu. Sedih, marah, canggung, semua perasaan tidak menyenangkan itu bersatu, membuat aura pria itu lebih suram dari biasanya.
"K-krista, apa maksudnya ini?"
Krista melirik leher Rene yang tertutup kerah piyama. Tadi malam Tuan Muda Demian memberinya perintah agar selama beberapa hari kedepan Krista harus menyiapkan pakaian untuk Rene yang model kerahnya menutupi leher. Krista tidak tahu betul apa yang terjadi, namun dia merasa bisa menebaknya. Mungkin ada sesuatu yang tidak boleh dilihat 'singa' Devinter di leher gadis itu. "Seperti yang Anda lihat, Nona. Mulai sekarang T-tuan Direktur akan menjaga Anda langsung mengingat kemarin ada tragedi yang menimpa Anda."
Renebell membeku selama beberapa saat. Sebelum kemudian memasang ekspresi sedih sampai membuat Krista merasa terbebani. Sementara Kaizel tetap fokus bekerja seolah tempat itu adalah kantornya sendiri. Dia berlagak cuek, sengaja mengindahkan reaksi syok putrinya dan pura-pura tidak mendengar permohonan Rene pada sang pelayan pribadi.
"Krista, kamu 'kan lihat sendiri aku baik-baik saja. Aku tidak perlu penjaga. Aku mohon, Krista." Secara tidak langsung Rene meminta Krista mengusir Kaizel dari kamarnya. Nyali Krista makin ciut saat dia mendapati rahang sang kepala keluarga mengencang.
"Sa-saya sibuk, Nona." Krista keukeuh menolak meskipun mata Rene tampak besar dan berkaca-kaca. Nona, saya mohon terima saja Tuan Direktur menjadi penjaga Anda... saya mohon, demi keselamatan mental saya...
Bukannya menerima dengan lapang dada, Rene malah memasang tampang seperti anak kucing yang telinganya turun ke bawah sembari meraih tangan Krista dan menggenggamnya. "Tapi Krista, aku hanya mau denganmu saja."
SWUUSHH!
Aura hitam Kaizel memancar makin kuat. Pupil mata Krista pun bergetar hebat. Selain takut nyawanya melayang, Krista khawatir tidak dapat gaji bulan depan. Oh, Tuhan, selamatkan nyawa dan gajiku! Cicilan merchandise kpop bias-ku belum lunas!
Beberapa pekerja mansion yang masih sibuk mengangkut barang-barang Kaizel pun ikut bercucuran keringat dingin. Demi mendapat pertolongan, Krista melotot pada mereka. Tolong aku, teman-teman. Ku mohon!

KAMU SEDANG MEMBACA
Young Lady's Bodyguards (TAMAT)
Fantasy"Min pas kóntra sti moíra, ketika takdir melenceng dari yang seharusnya." Aku hanya seorang gadis yatim piatu. Namun suatu hari ketika aku terbangun, hidupku sudah dikelilingi oleh ayah protektif dan tiga kakak lelaki yang super gila! WARNING (16+) ...