epilogue

3.5K 462 47
                                    

"... an. Tuan. Tuan Direktur!"

Kaizel membuka mata. Ada seseorang yang menggoyangkan lengannya. Dia kembali menegakkan badan dan secara perlahan dapat melihat dengan jelas. Seorang laki-laki berpakaian santai tengah berdiri di depan meja kerjanya. Kaizel tertegun begitu sadar siapa orang itu.

Rios Han menunjuk selembar kertas yang entah bagaimana ada di genggaman Kaizel. "Setelah membaca surat aneh itu Anda ketiduran. Jadi saya membangunkan Anda."

"...,"

Karena tak ada tanggapan, Rios memanggil lagi, "Tuaaaaaan."

"Apa ..., kamu siapa?"

Rios mengernyit heran. "Sejak pemakaman istri Anda 6 bulan lalu Anda belum pernah libur kerja, bukan? Sepertinya Anda butuh istirahat selama beberapa hari."

Kening Kaizel mengerut. "Istri...ku?"

Rios mundur beberapa langkah. Ada apa dengan Tuan hari ini? Apa dia akhirnya jadi gila? batin Rios, sesat.

"Rios. Kamu Rios?"

"I-iya."

"Bukannya delapan tahun lalu aku sudah menguburmu?"

Gelap.

Bulu kuduk Rios meremang. "Ahaha, Tuan ..., bukankah bercandaan Anda sedikit keterlaluan?"

Kaizel langsung bangkit dari meja kerjanya dan berlari keluar, meninggalkan selembar surat misterius yang tidak diketahui alamat pengirimnya.

_____

Dari ayah terhebatmu di kehidupan yang lalu.

Hei, Key. Kau sedang apa?

Jangan bingung. Segera setelah Pilar Bumi bersaksi atas kesalahannya di Malam Kebangkitan waktu itu, dunia kembali ditata ulang.

Tidak ada lagi yang namanya makhluk abadi. Mulai sekarang kalian semua adalah manusia biasa.

Misiku di bumi sudah selesai. Aku bukan bagian dari kalian lagi. Jadi dengan ini, kuucapkan selamat tinggal.

Titip salam untuk kalian yang mengingatku saja. Si tukang ngompol, si kikir, dan tentunya si gelandangan.

Salam kematian,
Dexter.

P.s. Bagaimana dengan hadiahku? Itu adalah hadiah terkeren SEJAGAT RAYA, bukan?!
_____

Ketika pria tampan berkemeja putih itu berhenti di taman, dia bertemu dua putranya yang juga berlari ke sana. Mereka datang dari arah yang berbeda dan saling terkejut satu sama lain. Fisik Del dan Mian sama-sama kembali seperti 17 tahun yang lalu.

"Eh? Tuan Direktur dan Tuan Muda. Kebetulan Anda semua datang." Krista dan Perry menunjukkan sosok mungil yang amat mengejutkan di pangkuan mereka. "Lihat ini. Gigi Nona sudah mulai tumbuh."

"Bu bu...bu ba ba...," di sela ocehannya, Bell kecil menampakkan dua gigi bawahnya yang lucu dan menggemaskan.

Tangis Delein dan Demian seketika pecah. Mereka terisak keras seperti anak-anak, lalu kemudian tertawa lepas. Kaizel pun mengusap netra gelapnya yang ikut berair.

Benar, hadiah yang diberikan Vlad sungguh tak ternilai harganya.

Benar, hadiah yang diberikan Vlad sungguh tak ternilai harganya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Young Lady's Bodyguards (TAMAT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang