"Min pas kóntra sti moíra, ketika takdir melenceng dari yang seharusnya."
Aku hanya seorang gadis yatim piatu. Namun suatu hari ketika aku terbangun, hidupku sudah dikelilingi oleh ayah protektif dan tiga kakak lelaki yang super gila!
WARNING (16+)
...
"Kamu gadis itu, bukan?" Demian melepaskan dekapan, memutar bahu Rene hingga mereka bertatap muka. Senyum sabit khas pria licik itu membuat Rene bergidik ngeri. "Kapan Kakek menemui Eny?"
Semua cerita yang Rene sampaikan tidak tertuang di buku manapun. Tapi sebagai seorang penerus kepala keluarga, Demian dibekali ilmu dan sejarah lengkap mengenai Devinter oleh ayahnya. Hanya para kepala keluarga dan calon penerus yang tahu rahasia Devinter. Namun, jika Rene juga mengetahuinya pastilah ada pihak lain yang membocorkannya. Dan satu-satunya orang ember di keluarga mereka selain Delein adalah Vladelis Dexter.
"I-itu, 'kan, cuma cerita. Kak Mian percaya?"
Daripada percaya atau tidak, Demian lebih ingin tahu informasi tentang Vlad. Mencari cecunguk tua itu adalah misi terakhir yang diberikan oleh Kaizel. Diantara misi-misi sulit yang pernah Demian kerjakan selama 23 tahun hidupnya, mencari Vladelis adalah misi paling tidak masuk akal yang terpaksa dia terima. Tapi ternyata dengan santainya buronan tua itu mendatangi Rene dan melarikan diri begitu saja.
"Kapan Kakek datang?"
Rene berpaling, menghindari kontak mata dengan Demian. "Kemarin."
Mian mengulang kilasan balik hari sebelumnya. Saat mendekati jam makan siang waktu itu, dirinya beserta Reyson dan Delein mengejar Vlad di hutan. Tapi pria tua itu menghilang dalam sekejap dan hanya meninggalkan sebilah tongkat.
Aha, jadi itu alasan Kakek meninggalkan tongkatnya.
Vlad bermaksud mengelabui perhatian ketiga cucunya dengan sengaja meninggalkan tongkat. Lalu saat Del, Mian, dan Reyson lengah, Vladelis mengambil kesempatan itu untuk menemui Rene. Dia melempar umpan seolah kita adalah anjing. Licikmu bukan main, Kakek.
"K-kak Mian?" Kenapa senyummu menakutkan begitu?
"Apa Kakek menyebut siapa reinkarnasi Pilar Bumi itu?"
"Diantara 'mereka' yang sudah lahir, aku belum bisa menentukan mana Pilar Bumi yang asli. Kamu adalah satu-satunya keturunanku yang bisa menemukan pilar laknat itu. Sebab itu aku membutuhkanmu." Rene teringiang ucapan Vlad kemudian menggeleng. "Kakek belum menemukannya. Makanya dia membutuhkan aku."
"Kak Mian tanya sekali lagi, boleh?"
"Y-ya."
"Apa Kakek menjelaskan bagaimana cara Eny membantunya?"
Rene menggeleng lagi. "Belum. Saat akan menjelaskan, Kakek tiba-tiba pergi."
Demian menghela nafas. Delein kemarin memang kembali lebih dulu dibanding Demian dan Reyson. Pasti Del langsung menuju kamar Rene dan membuat Vlad kabur. Ternyata adiknya itu datang di momen yang tidak tepat. Kalau saja waktu itu Del memberi kesempatan Vlad bicara dengan Rene sedikit lebih lama, pasti Demian sekarang sudah dapat menebak apa rencana kakeknya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.