24. storm

3.2K 502 60
                                    

_bagian 24, storm_

Sambaran kilat di balik awan petang menggemuruhkan landasan pacu di bawahnya. Malam itu, disaat para manusia Benua Selatan tidak lagi terjaga, Vladelis Dexter bertemu putranya secara pribadi. Untuk melakukan negosiasi yang mempertaruhkan nyawa.

Kaizel Arjen memusatkan seluruh konsentrasi pada indera pendengarannya. Situasi landasan pacu kosong. Tidak ada seorang pun di sana kecuali seorang pria gagah yang berdiri membelakanginya di pusat landasan.

Aman. Kaizel sudah pastikan hanya detak jantung milik Vlad yang terdengar. Jika Romulus dan Remus sampai ikut bersamanya, Kaizel akan kewalahan menghadapi mereka.

"Kamu menyuruhku datang ke sini untuk membuat kesepakatan atau mengajakku berkelahi?" tanya Kaizel sebagai salam pembuka.

Vladelis balik badan. Wajah garangnya menukik tak terima mendengar penuturan putranya. Justru dia memilih tempat negosiasi yang luas karena Kaizel bisa mengamuk kapan saja. "Jaga bicaramu, Kesya!"

"Tidak perlu basa-basi. Cepat katakan apa maumu dan kembalikan putriku sekarang juga."

"Dasar anak durjana! Kamu pikir dari kecebong siapa kamu lahir jadi manusia?!"

Rahang Kaizel mengeras. Memang selalu begini jika bernegosiasi dengan Vlad. 30% bicara serius, 70% mendengar makiannya.

"Akan ku kembalikan Bayi jika kamu sepakat menyerahkan dia padaku saat Malam Kebangkitan tiba!" tegas Vlad, tidak ada penolakan.

Menyerahkan Rene saat Malam Kebangkitan tiba, katanya? Dilihat dari sudut pandang mana pun itu tidak menguntungkannya. Malam Kebangkitan sudah di depan mata. Kaizel masih ingin bersama Rene seratus tahun lagi. Bahkan jika bisa, dia ingin bersama putrinya lebih dari seribu tahun.

Vladelis memang sulit diajak kompromi tanpa sebuah pertarungan. Dengan tangan kosong Kaizel pun menyerang maju. "Tidak akan!"

Rene menepuk pipinya sendiri saat berkaca pada cermin wastafel

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Rene menepuk pipinya sendiri saat berkaca pada cermin wastafel. Ayo sadarlah! Ada apa denganmu hari ini?

Padahal mereka belum sering bertemu, tapi mengapa Rene merasa tidak asing dengan Julio? Apa jangan-jangan mereka memang sering bertemu sebelum Rene hilang ingatan?

"Kerdiiilll~,"

Rene termenung sesaat.

"Tinggimu tidak pernah bertambah. Gen-mu kerdil, ya?"

"Enak saja! Aku tambah tinggi 0.3 cm, tahu!"

Dengan muka datar pria itu bertepuk tangan. "Wow, fantastik." (BMD S2 PART 12)

Eh? Rene memiringkan kepala kebingungan. Mengapa dia mengingat sesuatu yang menyebalkan? Orang yang meledeknya itu adalah Julio! Ya, Rene yakin itu Julio!

Young Lady's Bodyguards (TAMAT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang