Homesick

72 15 10
                                        

Hari ini Chifuyu resmi keluar dari ruang rawat inapnya. Tubuhya sudah sepenuhnya pulih dan keadaannya sudah sangat membaik. Namun Mikey tetap melarangnya untuk bepergian kemana-mana tanpa sepengetahuannya. Termasuk pergi ke Kyoto untuk mendukung Baji. Sisa 3 hari lagi sampai Baji kembali ke Tokyo dan bertemu dengannya lagi. Ia jadi sering mengunjungi apartemen Baji, justru bisa dikatakan bahwa ia selalu berada disana karena Peke J sudah berada bersamanya dan Mikey tak mengijinkan hewan berbulu itu dibawa ke kediaman Sano.

Jadi disini lah Chifuyu, di depan cat tree bersama Peke J yang tertidur di rak teratas dan ia yang tertidur di karpet di bawahnya. Bahkan si surai pirang ini tak menyadari jika seseorang tengah menelponnya. Ponselnya ia atur dalam mode getar dan ia tengah tertidur pulas, lelah bermain dengan Peke J seharian ini, dan juga efek dari obat yang telah ia minum satu jam sebelumnya.

Di lain tempat Baji yang sedari tadi menelpon Chifuyu mulai gusar. Ia khawatir mengapa Chifuyu tak memberi kabar terbaru mengenai dirinya. Beralih ke nomer Mikey, Baji menunggu teleponnya diangkat oleh lelaki itu.

"Ngapa Ji?" Tanya Mikey dengan suara paraunya.

"Adek lo kemana?" Tanya Baji dengan suara khawatirnya.

"Emma di kamarnya barengan sama Senju sama yang lain...kayaknya" Ucap Mikey.

"Bukan Emma...adek lo yang satu lagi Key..." Ucap Baji.

"Cipuy...katanya sih tadi ke apartemen lo nganterin Peke ...siapa tu, anak kucing kalian berdua itu..." Ucap Mikey sambil mengusap-usap matanya, rasa kantuk masih menguasainya.

"Peke J...iya gua juga tahu kalo itu sih, udah sejam lalu dan dia gak ngabarin gua lagi...gua telpon gak di angkat sama dia" Ucap Baji. Rasa kantuk Mikey menghilang seketika berganti menjadi panik. Dengan cepat ia mengambil jaketnya dan kunci motor.

" Gua cek dulu ke apartemen lo" Ucap Mikey.

"Sebenernya gua udah di lobby Apart gua dari awal gua telpon lo...dan gua gak bisa masuk karena pintunya kekunci dari dalem alias pintunya rusak gara-gara pas mo berangkat ke Kyoto kemaren dibanting sama Kazutora buat bunuhin kecoa...Gua gak bisa masuk karena yang pegang kuncinya Izana dan Izana bilang kuncinya diminta ama Chifuyu..." Jelas Baji.

Mikey ingin sekali tertawa namun ditahannya.

"Lah?! Kok lo pulang duluan jing? Kan masih ada 3 hari" Ucap Mikey memasang earphone dan menggeber motornya.

"Turnamennya cuma 4 hari...gua langsung cabut males" Ucap Baji.

"Yaelah males...bilang aja kangen adek gua bangsat" Goda Mikey. Tak ada jawaban, hening.

"Diem dong...cie salting si bege...dah gak usah cemas, dia baru minum obat sejam lalu kalo gak salah pas mau jemput Kucing, palingan sekarang ketiduran...percaya dah" Ucap Mikey.

"Lha kok lo bener ya? Ini anaknya baru nge-chat gua ini, minta maaf ketiduran katanya..." Ucap Baji dengan senyuman lebar di wajahnya.

"Yah bajingan...gua udah keburu di jalan ini bangsat...gak mau tau gua ke apart lo ya! Gak ada cerita mesra-mesraan di depan gua lo berdua" Ucap Mikey. Baji menggaruk belakang kepalanya sambil tertawa kecil.

"Key...titip dong...titip gelatto sama mie peyoung...sekalian beli taiyaki dah gua transferin uangnya ke lo nih" Ucap Baji.

"Nah kalo gini demen gua, siaaap ditunggu orderannya bapak Keisuke!" Ucap Mikey sambil mematikan telponnya.

Sementara itu Chifuyu yang tengah mengusap-usap mata memerhatikan layar ponselnya, sesekali diregangkannya tubuh mungil miliknya itu. Masih dalam keadaan setengah mengantuk, Ia mengecek keadaan Peke J yang sudah tertidur pulas. Chifuyu tertawa kecil dan memotret sosok berbulu hitam nan lucu itu untuk dikirim kepada Baji, tanpa dia tahu bahwa Baji sebenernya sudah berada di Tokyo, dan persis berada di lantai satu lobby apartemen.

Cry Baby Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang