ISHY - 35

314 44 6
                                        

Mina bersumpah untuk menguliti Taehyung hidup-hidup saat sudah pulang dari Canada nanti. Bukan bagaimana, Mina merasa jika ini terlalu membuatnya muak. Bayangkan dihari kelulusan sekarang ini, pria itu tidak bisa datang karena masih ada beberapa pekerjaan disana yang benar-benar tidak bisa ditinggal.

Semalaman tadi dirinya menangis akibat mendengar kata maaf berulang kali dari sang kekasih. Taehyung juga sebenarnya ingin pulang, memberikan hadiah juga untuk kelulusan sang kekasih yang akan tetapi itu semua benar-benar tidak bisa.

Tepat dijam yang sudah menunjukkan pukul delapan Pagi, Mina dengan setelan gaun cantik yang ibunya buatkan khusus pun sedang terduduk diatas ranjang seraya menatap kosong kearah balkon. Pikirannya jenuh, dan hatinya mendadak perih.

Ini adalah hari kebahagiaannya juga, akan tetapi orang yang membuatnya bahagia saja tidak ada. Mungkin, jika Mina bisa tau akan seperti ini, sudah jelas dirinya akan membantah kepergian Taehyung.

Tapi itu memang tidak akan bisa, Mina juga tidak boleh terlalu egois karena mementingkan diri sendiri. Dirinya pun sebenarnya tau jika Taehyung juga teringin datang untuk mengabadikan moment itu.

"Sayang, kau sudah selesai?" suara sang ibu pun terdengar memanggil dari luar pintu, bersamaan dengan deheman halus yang membuat wanita paruh baya itu mendorong pelan pintu kamar anak gadisnya.

Melihat itu, tentu dirinya merasa sedih. Putrinya sedang dalam mood yang tidak baik padahal ini adalah hari kelulusannya, dengan perlahan dirinya mendekat kearah Mina dan mendudukkan dirinya disamping tepat sang anak gadis. Mengusap lembut surai itu dengan penuh kasih sayang.

"Sudah menelfon Taehyung?" melihat respon gelengan dari anak gadisnya pun dengan segera wanita paruh baya itu memeluk tubuh putri kesayangannya. Mengusap pelan punggung bergetar itu saat dirasa Mina sedang menangis.

"Sudah ... Eomma tau ini berat, tapi kau juga harus bisa memikirkan bagaimana Taehyung disana. Eomma yakin, dia pasti akan kembali sesegera mungkin." sang ibu berusaha menenangkan anaknya dengan membubuhkan beberapa kecuman kasih sayang dibagian pucuk kepalanya, "Sudah, lihat make up mu sudah luntur, sayang. Ayo bersiap lagi, kita akan segera berangkat sebentar lagi."

Mina mengangguk mengiyakan, membiarkan ibunya keluar dari dalam kamar miliknya yang kini tersisa dirinya seorang. Dari atas nakas, layar ponselnya tiba-tiba menyala dan terdapat pesan baru disana.

Bby Boo♡.
Selamat untuk hari
kelulusan, sayangku!

Maaf tidak bisa hadir,
urusan disini sungguh
membuatku harus menetap
beberapa hari. Jangan sedih
ya? Nanti kubelikan apa pun
yang kau mau.

Ah iya, untuk hadiah juga
sudah kusiapkan. Aku yakin
kau akan menyukainya. Tetap
tersenyum, oke? Aku
mencintaimu♡.

Diam-diam Mina mengukir senyuman tipis, hatinya yang tadi sakit pun mendadak hilang saat membaca pesan hangat dari kekasihnya. Ibu memang benar, dirinya tidak boleh egois karena memikirkan diri sendiri.

***

"Ah, Yugi ... Aku pasti akan sangat merindukanmu."  Mina berujar lirih sambil mengeratkan pelukannya pada tubuh pria yang kini terbalutkan sebuah tuxedo. Pria tinggi berlesung pipi dengan senyuman manis.

"Maaf, ya. Aku harus kembali lagi ke Taiwan, perusahaan minuman milik ayahku memintaku untuk sesegera mungkin mengambil alih, tidak mungkin juga aku akan menolak bukan?" jelasnya dengan tulus. Memeluk tubuh Mina yang hanya bisa membalas senyumannya. Hari kelulusan sudah dilaksanakan hingga kini adalah acara terakhir. Yaitu acara malam api. Biasanya, seperti tahun-tahun sebelumnya.

I STILL HAVE YOU ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang