Dalam perjalanan Yuze menuju ruang pertemuan, waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 9 pagi dan seharusnya pertemuan rutin itu hampir selesai.
Yuze bagaimanapun juga, tidak peduli apakah dia terlambat atau tidak. Dia tidak memiliki keinginan untuk mengubah perilaku dan kesan orang lain tentang dirinya. Itu hanya membuang-buang waktu. Yuze sangat yakin walaupun dia berusaha keras, nasibnya tidak akan berbeda jauh.
Ini adalah pertama kalinya Yuze meninggalkan kamar setelah empat hari terbangun di dunia ini. Barulah dia punya kesempatan untuk memperhatikan penampakan istana kerajaan Jinshan.
Sinar matahari pagi menjelang siang membuat bangunan istana terlihat semakin berkilau. Arsitektur istana sebagian besar terbuat dari kayu nanmu emas. Jenis kayu yang akan membuat orang-orang dari dunianya menggila, karena harganya yang mahal dan juga sangat langka. Warna kayu nanmu yang keemasan, ditambah pantulan cahaya matahari yang cerah, membuat istana ini terlihat seperti dilapisi emas asli.
Bahkan lantai juga terbuat dari batu indah yang tidak pernah Yuze lihat sebelumnya.
Untuk Kerajaan kecil, Jinshan bukanlah Kerajaan miskin. Dilihat dari bangunan istananya saja sudah membuktikan kekayaan Jinshan. Wilayah keseluruhan Jinshan memang tidak luas dibandingkan tiga kerajaan teratas, tapi memiliki hasil tambang yang sangat penting.
Bahkan jika dunia ini sangat menjunjung tinggi kekuatan serta berusaha sangat keras untuk menjadi 'Dewa', tapi emas, perak dan permata tetaplah hal yang penting. Kelemahan terbesar Jinshan berada pada kurangnya jumlah pemilik Bakat.
Untuk memperkuat keamanannya, saat ini Jinshan hanya mengandalkan bantuan dari Kerajaan Tiangong untuk mengirim ribuan prajurit elit, yang sebagian dari mereka adalah prajurit dengan Bakat. Tentu saja dengan imbalan pasokan hasil tambang yang dijual lebih murah pada kerajaan Tiangong.
Itulah sebabnya dalam novel, Jinshan adalah sepotong kue besar yang sangat penting.
Memikirkan plot cerita asli, Yuze tidak bisa tidak menghela nafas sedih. Penulis hanya menggambarkan Pangeran secara singkat, dan hanya menjelaskan keburukannya dalam satu bagian novel. Itupun sehari sebelum sang protagonis membunuhnya.
Gambar menyedihkan dari ingatan masa depan Pangeran sekali lagi melintas dalam pikiran Yuze. Dia tidak bisa menahan untuk berhenti melangkah dan menenangkan pikirannya, membuat Kasim Kong juga berhenti dengan tatapan bingung.
Yuze menutup matanya untuk menyembunyikan emosi yang mengalir di iris gelapnya.
Sejak mendapatkan ingatan itu, Yuze sering kesusahan untuk menenangkan diri. Menggunakan alasan 'tidak enak badan' bukan hanya memberikan dia waktu untuk membuat rencana, tapi juga untuk menyesuaikan emosi alam bawah sadar sang Pangeran. Yuze berpikir bahwa beberapa hari ini sudah cukup untuk menyesuaikan diri, tapi sepertinya dia masih harus berusaha lebih keras lagi.
Yuze menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan perlahan.
Setelah merasa cukup, Yuze membuka matanya yang sudah tenang tanpa riak apapun dalam iris gelapnya, kemudian melanjutkan langkahnya.
.
.
"Pangeran Mahkota telah tiba!"
Kasim Kong mengumumkan kedatangannya tepat sebelum Yuze memasuki aula.
Aula luas dengan beberapa pilar penyangga berlapis emas asli dan batu-batu indah, langit-langit tinggi dipenuhi lukisan dan ukiran rumit yang cantik, serta puluhan pejabat dan petinggi Kerajaan Jinshan yang membungkuk memberi hormat padanya, adalah hal pertama yang menyambut Yuze setelah masuk ke aula sekaligus ruang singgasana ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
[BL] Crown Prince?
Fantasi[ORIGINAL STORY] {SLOW UPDATE} Warning!⚠️ Cerita ini mengandung unsur LGBT. Jika merasa jijik, silahkan menjauh. 18+ 21+ Dia terbangun dalam tubuh orang lain setelah kematiannya, dan ternyata tubuhnya sekarang adalah seorang Pangeran mahkota umpan m...
![[BL] Crown Prince?](https://img.wattpad.com/cover/288040863-64-k216761.jpg)