"Hera."
"Hmm." Hera menunduk menatap Baekhyun yang tidur diatas pahanya.
"Bagaimana menurut mu jika aku berhenti menjadi idol ?"
Hera menatap terkejut, "Apa maksudmu berhenti ?"
"Kau tau, aku sangat jarang sekali menghabiskan waktu dengan kalian. Aku berpikir untuk membuat agensi kecil sendiri seperti Lay Hyung."
"Kami sudah cukup berumur hanya untuk bertahan dalam suatu grup. Tidak akan bubar, mungkin hanya fokus pada kehidupan masing-masing."
"Kau tau kan Junmyeon Hyung sudah akan menikah dengan Joohyun Noona, Minseok Hyung baru menikah dengan Taeyeon Noona, lalu Chanyeol, Seungwan sedang mengandung, Sehun dan Jongin sudah memiliki kekasih, Jongdae dan Yuri sudah memiliki dua anak, Kyungsoo, Jihyun baru saja melahirkan satu bulan lalu dan Lay Hyung-" Baekhyun sedikit mendengus kecil mengingat perkataan Lay saat ditanya masalah percintaannya dengan seorang aktris berkebangsaan China.
"Sangat lucu saat ia bilang masih ingin menyiapkan yang terbaik sebelum melamar kekasihnya."
Hera ikut tersenyum saat bayangan dari ucapan Baekhyun tergambar jelas dibenaknya. Ya, waktu berjalan begitu cepat. Mereka semua sudah menemukan kebahagiaan masing masing, bukan hanya mereka, para fans juga sudah menemukan kebahagiaan.
"Aku berpikir untuk lebih memilih pekerjaan yang bisa ku kerjakan dari rumah, agar aku bisa terus bersama kalian." Lanjut Baekhyun.
Hera mencubit hidung Baekhyun gemas, "Kau pikir menjadi CEO dari suatu agensi tidak sibuk."
Pria itu berkekeh lalu raut wajahnya berubah menjadi serius, "Aku hanya ingin memiliki waktu untuk kalian. Kau taukan setengah hidupku sudah ku lewati untuk menjadi seperti sekarang, dan kurasa cukup."
Tangan kiri Hera mengusap Surai hitam milik Baekhyun, "Kalau menurut mu itu baik, lakukan saja. Aku selalu menerima keputusan mu, mau kau menjadi idol atau bukan tidak masalah untuk ku."
Baekhyun bangkit dari baringannya lalu mengecup bibir Hera, "Terimakasih sayang."
Ia memperbaiki posisinya duduk disebelah Hera, merangkul bahu sang istri. Angin malam menjadi teman dalam kesunyian yang mereka buat. Masing masing menikmati kehangatan yang diberikan satu sama lain.
Halaman belakang rumah keluarga Byun menjadi tempat Baekhyun mencurahkan isi hatinya pada sang istri.
Hera menjatuhkan kelapanya dibahu lebar Baekhyun, rasanya selalu sama. Nyaman dan hangat.
"Jam berapa Youngju Oppa menjemput mu besok ?" Baekhyun sedikit menunduk untuk melihat wajah Hera.
"Jam empat."
Helaan nafas kecil keluar dari bibir Hera. Ia mengeratkan pelukannya pada pinggang Baekhyun. Hera akan sangat merindukan pria Byun ini untuk dua minggu kedepan.
"Baekhyun Oppa."
Baekhyun yang tersentak dengan panggilan Hera sontak menoleh dan langsung disambut dengan bibir Hera yang membungkam bibirnya. Awalnya hanya menempel, sampai Baekhyun mengambil alih atas permainan bibir mereka.
Tangan kanan Baekhyun menangkup pipi Hera lalu tangan kirinya menarik pinggang Hera agar duduk diatas pangkuannya. Setelah sempurna duduk menyamping diatas paha Baekhyun, Hera kembali membalas lumutan penuh perasaan itu.
Suasana yang sunyi membuat decapan mereka menjadi suara satu satunya disana. Kelopak mata Hera terbuka melihat wajah Baekhyun yang kurang dari nol sentimeter dihadapannya, pria itu menutup rapat matanya hidung mereka yang bersebelahan saling menempel pada pipi satu sama lan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Beautiful Mistake
Romance"kau tahu kejahatan terbesar kita setelah menjadi idol?" "Jatuh cinta. Karena saat jatuh cinta kita akan mematahkan ribuan hati yang tulus mencintai kita." Start writing : August 2021 Finish : April 2022
