| 22 | Pernikahan

882 70 6
                                        

Wherever you are, I am loving you.
I won't rush you, I'll protect you from behind you.

My Love-Baekhyun
•••

[

Bintang juseyo]


Hera mengernyit mendapati sebuah kotak berhias pita diatas ranjang. Ia baru saja selesai membersihkan tubuhnya dan tidak mendapati Baekhyun dimanapun.

Karena penasaran ia membuka kotak berwarna biru tua dengan pita berwarna putih gading itu. Secarik note bertulisan tangan menyapanya pertama.

Untuk Hera ku.
Kenakan ini, aku menunggumu.

-Baekhyun

Hera mengangkat alisnya, lalu membuka kain tipis yang menutupi isi kotak itu. Matanya membola terkejut, senyum muncul disudut bibirnya. Hera mengeluarkan sebuah dress berwarna putih gading dari dalam kotak.

 Hera mengeluarkan sebuah dress berwarna putih gading dari dalam kotak

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sederhana namun indah. Ia memakainya, seperti yang Baekhyun tulis diatas note. Sangat indah sedikit tonjolan terlihat di perutnya tak lama bel rumahnya berbunyi. Hera membukakan pintu, ia pikir itu adalah Baekhyun tapi yang terlihat dibalik pintu adalah Guanlin.

"Alin." Pria itu tersenyum pada Hera.

"Noona sangat cantik, ayo." Guanlin mengulurkan tangannya.

"Eoh ?"

Pria itu menyampirkan sebuah Cout berwarna coklat muda dibahu Hera yang terbuka. Lalu menggandeng tangan Hera tanpa persetujuan dari perempuan itu.

"Kita mau kemana ? Aku belum mengganti pakaian." Protes Hera, guanlin terus menuntunnya menuju rumahnya.

"Eomma. Noona sudah datang." Teriak guanlin memanggil bibi Kim. Wanita paruh baya itu muncul dari dalam rumah.

"Aigoo, cantik sekali putriku." Ujarnya, "ayo masuk disini dingin." Bibi Kim menghiring Hera masuk kedalam rumah, Paman Lai memeluknya hangat.

"Apa kabar paman ?" Tanya Hera sembari membalas pelukan ayah guanlin.

"Paman baik. Bagaimana kabarmu ? Dan cucu ku." Ucap pria paruh baya itu mengelus lembut Surai Hera.

"Kami baik."

Bibi Kim menangkup kedua bahunya. "Hera ikut bibi sebentar." Lalu mereka meninggalkan kedua pria itu.

Hera kebingungan saat ibu Guanlin merias wajahnya sedikit. Sangat natural, lalu wanita itu menyanggul rambut Hera mengisahkan anak rambut dikedua sisinya.

"Cantik sekali." Bibi Kim mengecup pelipis Hera sayang. "Putri Yeobin dan Joongki sangat cantik." Ujar Areum.

"Ayo nak dia menunggumu." Areum meninggalkan Hera sendirian dikamar dengan segala pertanyaan dikepalanya dan kebingungannya.

Beautiful MistakeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang