| 30 | Double S and Dad

1.1K 65 3
                                        

Suara tangisan bayi yang saling bersahutan menghentikan aktivitas kedua orangtua mereka.

Hera dan Baekhyun sontak melerai pelukan mereka bangkit dari ranjang dan mengenakan pakaiannya sebelum menghampiri kedua buah hati mereka yang menangis begitu kencang.

Kedua bayi itu sudah tengkurap didalam ranjangannya masing masing, menangis sekencang mungkin memanggil ayah dan ibunya.

Hera yang pertama masuk lebih dulu menggendong Siwo membiarkan Baekhyun yang menggendong Shia.

Siwo lebih dulu tenang lalu mendusal dusal didada sang ibu.

"Sepertinya mereka haus." Ujar Hera sembari meletakan Siwo diatas ranjang, dan menghampiri Baekhyun yang masih menenangkan Shia.

"Shia laparkan, ayo kemari." Gadis kecil itu menerima uluran tangan Hera untuk menggendongnya. Tidak biasanya gadis kecilnya itu tetap menangis jika sudah digendong oleh ayahnya, kecuali jika sedang membutuhkan Hera. Seperti sekarang contohnya.

"Baek bisa tolong ambilkan persediaan asi untuk Siwo." Pinta Hera pada Baekhyun. Pria itu mengangguk kemudian keluar dari kamar setelah menyerahkan Shia pada Hera.

Shia masih menangis sembari menarik narik piyama Baekhyun yang Hera kenakan.

"Sabar ya sayang." Bujuk Hera.

Ia duduk ditepi ranjang disebelah Siwo yang tengkurap menatap kearahnya dengan duplikat matanya itu.

Hera memberikan asi langsung untuk Shia setelah membersihkannya, gadis kecil itu memang kelaparan. Sementara Siwo masih menatap Hera dengan wajah polosnya.

"Siwo tunggu appa datang ya." Ujar Hera mengusap kepala pria kecilnya. Siwo langsung menggeliat dan menjatuhkan tubuhnya agar berbaring tepat saat Baekhyun datang membawa botol dot berisi asi.

Melihat ayahnya datang pria kecil itu kembali menggulingkan tubuhnya tengkurap kearah Baekhyun bersiap meminta bagiannya.

Baekhyun langsung mengangkat Siwo dan membaringkan tubuh mungiln itu ditengah tengah ia dan Hera.

"Ini punya Siwo." Pria kecil itu langsung menerima botol dot yang diberikan Baekhyun dan langsung menyedotnya sembari memainkan kakinya.

Semakin lama mata kecil itu mulai menutup dan terbuka dengan sendirinya, bibir kecilnya yang tadinya menyedot cepat dotnya mulai melemah. Hampir saja botol dot itu jatuh jika Baekhyun tidak sigap untuk menahannya.

"Siwo masih mengantuk." Ujar Baekhyun.

Namun beda halnya dengan Shia, gadis kecil itu masih bersemangat menyantap sarapan paginya.

Baekhyun yang mendengar ringisan Hera menoleh dan mendekat, melihat putrinya yang masih bersemangat meminum asinya.

Ia mengusap pipi yang bergerak itu dengan jari telunjuknya.

Baekhyun mengusap punggung Hera, saat wanita itu kembali meringis. Setiap Baekhyun melihat Hera menyusui tak jarang wanita itu terlihat seperti menahan sakit.

"Sakit ?" Hera mengangguk. Baekhyun mengulurkan tangannya.

"Ini pegang tangan ku." Tutur Baekhyun lembut, "Kau bisa melampiaskannya pada tanganku."

Hera tersenyum lalu menggenggam tangan Baekhyun. Ia akan mencengkram tangan Baekhyun saat rasa nyeri itu datang lalu Baekhyun akan mengusap punggung tangannya.

Shia yang melihat sosok ayahnya sontak langsung mencabut bibirnya dari dada Hera dengan cepat membuat asi yang sebelumnya dihisap muncrat mengenai wajahnya sendiri.

Bayi itu ikut terkejut matanya terbuka dan tertutup karena cipratan asi mengenai kelopak matanya.

Baekhyun tertawa gemas lalu mengusap wajah putrinya, membersihkan sisa asi yang ada diwajah gadis kecilnya itu. Shia langsung memberontak dari gendongan Hera.

Beautiful MistakeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang