Chapter 1

2.8K 40 0
                                        

"woy anak tak berguna, masak sana saya lapar ." ucap ibu tiri ena yang bernama soraya.

"Cepat masak tunggu apalagi....!" ucap papa.

"K...kan kalian ada uang, kenapa tidak beli saja." jawab eva.

"Tak usah banyak bicara, cepat masak...!" ucap yosie

"cepat masak kenapa masih diam disini....!" teriak mama soraya kepada eva.

"i...iaa maa aku masak" jawabnya lalu buru buru ke dapur.

"jangan panggil aku mama anak sialan aku bukan mamamu...!" teriak soraya lagi.

Yaa eva selalu dimarahi oleh mama tirinya karna kesalahan yang kecil sekalipun.

Ataupun kesalahan anak nya yaitu si beban yosie, ya dia adik angkatnya eva.

Yosie selalu membuat kesalahan dan yang disalahkan adalah mey karna yosie senang ketika mey dimarahi mama.

Singkat waktu eva selesai memasak sarapan, dan langsung menyajikannya di meja makan.

"pa eva langsung berangkat aja ya, sarapan di tempat kerja aja nanti." ujarnya.

"khmm.." papa hanya membalas dengan berdehem.

"maa aku berangkat." Eva ingin salim namun langsung ditepis oleh mama goblog nya ini.

"gausa pegang pegang deh najis kamu ini." ucap soraya.

"iya kau najis jangan pegang mamaku." sambung yosie.

Eva pun langsung pergi ke tempat kerjanya, ia bekerja di sebuah minimarket di daerah Washington D.C.

"kau dari mana saja, selalu saja terlambat nanti ku potong gaji mu lagi..!" ucap atasannya.

"maaf pak, tadi ada kendala di jalan." jawabnya sambil menunduk.

"selalu saja alasannya kendala dijalan, memangnya semua kendala hanya terjadi pada mu...?, sudah cepat bekerja, turunkan semua barang itu dari dalam truk." titah atasannya.

"baik pak" jawabnya dan langsung menyimpan tas nya lalu berlari keluar untuk menerima dus dus berisi makanan dan minuman serta yang lainnya untuk dimasukan kedalam minimarket.

Setelah semua barang di turunkan, eva menyimpan minuman minuman ke kulkas dan kue kue ke rak.

"Eva.....bantu aku." teriak seorang pegawai wanita bernama kety.

"iya... ada apa.?" Eva berjalan menghampiri kety.

"layani pelanggan itu, aku sedang malas." ucapnya sambil bermain handphone.

Eva mergegas ke kasir untuk melayani pembeli itu. "ada yang bisa di bantu tuan." ucap Eva kepada seorang laki laki berbadan tinggi besar dengan 2 wanita di kanan dan kirinya.

"hey wanita gila, jangan menatap kekasihku seperti itu...!" tegas salah satu wanita itu.

"a.apaa maaf...maafkan aku" Eva menunduk.

"jangan bersikap seperti itu sayang, tolong beri aku wine, vodka, anggur, Jk, dan antar ke mansion xx ya." ucap pria berjas dan memakai kacamata itu sambil memberikan uang.

"ba...baik sir. " jawabnya mencatat pesanannya.

"ku tandai kau gadis manis!, ehh tunggu tunggu, bukankah dia sangat mirip dengan wanita di foto itu?" batin si pria.

(di mimimarket tempatnya bekerja memang menjual mimuman yang seperti itu ya)

My Sugar DuddaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang