Chapter 8

1K 15 0
                                        

"aku tak akan menjadi mommy mu litaa" ucap mey.

"setelah menidurkan lita temui aku di ruang kerja" ucap manu lalu pergi.

"kalian akan menikah bukan...? " tanya lita menatap mey yang tengah mencari buku.

"tidak sayang" jawab mey tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.

"sudah jangan di pikirkan, sekarang tidur saja." mey mulai membacakan dongeng.

Setelah gadis kecil itu tertidur ia berbicara kepada lita sambil menangis dan mengusap kepalanya.

Tak sadar kalau manu pun memperhatikannya dan mendengarkannya.

"litaa, maafkan aku, aku tidak bisa menjadi mommy mu, manu sudah membenci ku." meyy dengan tangisnya lalu mencium pipi gadis kecil itu.

limey segera keluar kamar dan masuk ke dalam ruang kerjanya manu.

Tok... Tok... Tok...

"masuk" jawab manu.

"ada apa...?" tanya mey berdiri di depan meja kerjanya manu.

"tenang saja aku akan pergi sekarang tanpa kau minta" ucapnya kembali lalu berbalik badan ingin keluar ruang kerja manu.

Manu segera bangkit dan berlari menahan lengan mey.

"lepaskan manu...!" mey mencoba menarik lengannya.

"kau mau kemana lagi? " tanya manu.

"aku mau kembali ke rumahnya viona, dan mencari pekerjaan lalu menyewa apartemen untuk ku tinggali seorang diri, jauh dari mu agar lita terbiasa tanpaku" jawabnya.

Disisi lain lita yang mendengar keributan pun merasa terusik tidurnya.

"umhh...tidurnya lita terganggu." ucapnya memutar badan.

"jangan tinggalkan aku dan lita lagi, maafkan aku" ucap manu.

"untuk apa minta maaf, ini semua kan salahku, aku yang membiarkan dia tertabrak, biarkan kemarin menjadi bayang bayang kebahagiaan saja aku sudah cukup." ucap eva.

"aku berjalan jauh ke rumah viona, tak membawa uang, berjalan dengan kaki yang keseleo, dan kau tak ada di samping ku saat itu. Untuk apa kau memintaku kembali.? Untuk mengulangi nya lagi, hmm kau senang aku mengalami itu? " sambungnya masih dengan suara lembut sambil sesekali meneteskan air mata.

"maafkan aku sayang, aku emosi saat itu, tak tahu mana yang harus aku selamatkan lebih dulu." ucap manu.

"sekarang lepaskan, biarkan aku pergi, jangan ganggu aku lagi dan cari pengganti mommy untuk anakmu yang lebih baik dariku." mey menepuk pundak manu.

"aku tak mau, kau akan tetap disini, tidak meninggalkan ku dan lita lagi" ucap manu.

"momny, aku tak bisa tidur." lalita masuk ke ruang kerja daddynya.

"mommy kenapa menangis? " tanya lita menghampiri mey yang menangis.

"aku tak apa" jawabnya berjongkok.

"aku akan pergi sekarang ya, terimakasih sudah menemaniku lita." mey tersenyum.

"kau tak akan kemana mana! " tegas manu.

"daddy benar, mommy disini saja jangan kemana mana, aku tak mau kehilangan mommy untuk kedua kalinya." ucap lita memeluk mey.

ia segera menggendong tubuh kecil lita lalu mengajaknya kembali ke kamar.

"aku mau tidur bersama kalian" pintanya saat mereka sampai di kamar.

"ayo." saut manu antusias.

Mereka bertiga pun keluar kamar lita dan masuk ke kamarnya manu untuk tidur.

My Sugar DuddaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang