"apa yang ingin kau bicarakan...?" tanya mey duduk di sofa kamar.
"apa benar kau hanya ingin hartaku...?" tanya manu memasukan kedua tangannya kedalam saku celana.
"what do you mean...? " tanya mey kebingungan.
"jawab aku, apa benar kau hanya ingin harta ku saja...? kau tak benar benar mencintaiku...?" ucap manu melontarkan pertanyaan yang sama.
"tidak, kalau aku hanya mau hartamu, untuk apa aku menerima kau menjadi suamiku, sudah saja saat kau memberiku segalanya aku langsung meninggalkanmu." Jawab mey.
"jawab dengan jujur...!" ucap manu sedikit menaikan volume suaranya.
"aku berkata jujur" jawabnya kembali.
"apa lita sudah tidur..?" tanya manu.
"sudah mungkin." jawab mey..
"sekarang kau tidur, aku akan sambung pembicaraan kita besok, jangan keluar mansion saat aku di kantor, paham.! " ucap manu.
"iya aku mengerti." jawab mey bangkit lalu berjalan ke kasur.
"kau mau kopi atau teh?." tanya mey menatap ke arah suaminya.
"hmm... tak perlu, kau tidur saja." ucap manu.
"umm...baiklah." mey mengangguk lalu mulai menutup matanya.
Manu duduk di kursi ruang kerja sambil mencerna jawaban istrinya.
"apa yang dia katakan itu benar, atau bohong, atau perkataan jalang itu yang bohong, aku harus bertanya kepada lita besok saat mengantarnya ke sekolah." ucap manu.
Manu mengerjakan beberapa pekerjaannya karna ia juga memang belum mengantuk.
"huaaa....aku harus tidur." ucap manu menutup beberapa map dan laptop lalu ke kamarnya untuk tidur.
🌱
"manu...ayo bangun." Mey yang tengah mengeringkan rambutnya menggunakan handuk.
"ummhhh...iya aku bangun." jawab manu mengucek matanya.
"kenapa matamu...?" tanya mey.
"memang ada apa di mataku...?" tanya manu kembali.
"tak ada hanya indah saja." jawab mey tersenyum tipis.
Manu sebenarnya ingin ikut tersenyum karna gombalan istrinya, tapi ia juga masih memikirkan perkataan si jalang yosie.
Gak tau emang gombalan mey yang prik ya:(
Mey segera ke kamar lita untuk membangunkannya karna ia harus pergi sekolah.
"sayang...ayo bangun, kau bisa telat nanti, sekarang sudah jam 8." Mey duduk di pinggiran kasur.
"iya mom..." jawab lita mengusap wajahnya.
"kau langsung mandi ya, biar mommy yang membereskan kasurmu." lalita mengangguk lalu turun dari kasurnya.
Mey segera membereskan kasur lita yang sedikit berantakan lalu menyiapkan seragam sekolahnya.
"sayang, seragamnya sudah di atas kasur, sepatumu di sebelah lemari ya." ucap mey yang sedikit berteriak.
"thank you mommy." teriaknya dari dalam kamar mandi.
Mey kembali ke kamarnya untuk membereskan kasurnya lalu menyiapkan baju manu.
"astaga...manu bangun." ucap mey melihat manu yang kembali tertidur.
"aku sangat mengantuk." ucap manu memelas.
"aku tak suka kau seperti ini sayang, ayo bangun ah." mey kembali menggoyangkan pelan tubuh manu.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Sugar Dudda
RandomSebuah pertemuan tak terduga, berawal dari bekerja di minimarket, dan juga menjadi tukang pencuci di restaurant ternama di Washington D.C. Akan menjadi nyonya di mansion dengan suami mafia tampan dan tentunya kaya, beserta anak perempuan cantiknya...
