Mey pun mandi lebih dulu karna kata manu mereka akan mencari tempat untuk memulai bisnis kuenya.
"apa kau membutuhkan pegawai...?" tanya manu menatap mey yang sedang berdandan.
"tentu, tapi aku punya beberapa teman, dan mereka bisa di percaya." jawabnya lalu bangkit.
Manu dan mey pergi mencari tempat yang cocok untuk dijadikannya toko kue.
Sedangkan lalita, ya anak itu bermain sepeda dengan teman temannyaa.
"bagaimana kalau yang ini...?" tanya manu.
"tidak, jangan di gang sempit manu." limey menggeleng
Mereka pun mencari lagi dan mendapatkannya di depan jalan yang lumayan ramai.
Mey sengaja memilih tempat besar yang ada tempat parkirnya agar nanti jika pelanggannya datang, kendaraan mereka tidak menghalangi di jalan umum.
Setelah deal dengan pemiliknya, akhirnya tempat itu menjadi milik mey sekarang, ia langsung saja menghubungi semua teman teman nya.
"siapa saja yang akan datang...?" tanya manu menatap mey tengah sibuk memainkan handphonenya.
"Viona, Samantha, Rick, George, Lorenzo, dan jack mereka teman sekolahku dulu." jelasnya.
"mereka juga sedang kemari sambil membawa beberapa alat kebersihan." sambung mey.
"kenapa sangat banyak laki lakinya...?" tanya manu.
"aku tak punya teman lagi sayang."jawab mey menatap manu.
"ah sudahlah, tapi kau harus tau batasan." ucap manu.
"tentu saya sayang" jawabnya yang sedikit membuat manu tenang.
Singkat beberapa manit datanglah teman temannya mey untuk membantu mereka membersihkan debu debu dan yang lainnya.
"hai mey." ucap semua temannya.
"oh hai kalian sudah datang, manu perkenalkan mereka temanku, yang ini Rick Michael, yang ini, Alberando George, yang ini Lorenzo Almenteros, yang ini Jackson Aquino, kalau yang ini Samantha Lavin, dan yang ini ummm siapa namamu nona...?" tanya mey kepada wanita si sampingnya.
"astaga aku viona." ucap viona sambil tertawa diikuti yang lainnya.
"Manu, umm suaminya limey." ucap manu menjabat tangan seluruh teman istrinya.
"baiklah ayo kita bersih bersih." mey membuyarkan pandangan viona saat menatap suaminya.
Mereka semua pun membersihkan debu debu lalu mengepelnya, mey banyak diam karna ia juga sedang hamil jadi tak boleh terlalu cape.
"itu jaring spaider nya dong yang di pojok." ucap mey menunjuk.
"baik nona." ucap george tersenyum kesal sambil tertawa kecil.
"nah sudah bersih, kalian duduk dulu saja, aku sudah memesan kursi meja dan etalase ko." ucapmya.
Mey keluar ruko dan masuk ke minimarket di sebrang jalan untuk membeli beberapa minuman dan cemilan untuk teman temannya dan manu.
"permisi, kiriman kursi, meja, etalase, kulkas, oven dan yang lainnya atas nama nona limey." ucap bapak bapak berseragam coklat membawa kertas.
"oh iya silahkan di bawa kedalam saja." ucap manu sambil tersenyum.
"biar kami bantu pak." ucap jack.
"ayo bantu, tunggu apalagi." sambung jack menatap viona, samantha, rick, lorenzo, dan george.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Sugar Dudda
РазноеSebuah pertemuan tak terduga, berawal dari bekerja di minimarket, dan juga menjadi tukang pencuci di restaurant ternama di Washington D.C. Akan menjadi nyonya di mansion dengan suami mafia tampan dan tentunya kaya, beserta anak perempuan cantiknya...
