Chapter 5

1.4K 21 1
                                        

"nyonya, apa nyonya ingin makan sesuatu? Nanti saya buatkan" ucap pelayan yang melihat mey tengah menaiki tangga.

"jangan memanggilku nyonya ah, panggil saja mey, tak enak aku" jawabnya.

"tak apa, lagipula tuan sudah menyuruh kami memanggil anda nyonya. " ucap si pelayan.

"umm baiklah, aku tak mau apa apa ah, nanti saja jika aku mau sesuatu aku akan membuatnya sendiri, tapi terimakasih sudah menawarkan" ucap mey dengan ramah sambil tersenyum dan dibalas anggukan oleh si pelayan sambil tersenyum.

Limey kembali ke kamarnya untuk bermain handphone, dan betapa kagetnya ia bahwa ada chat yang masuk.

"untuk apa mama mengirimiku pesan? " ia bertanya tanya.

***

Mam soraya:
"Mey anakku sayang, mama minta uang 100 dollar, mama tau kau akan menikah dengan manu"

:Mey
"umm...aku tak punya uang, dan lagi aku juga harus bertanya kepada manu dulu."

Mam soraya:
"tak perlu, kau kirim saja 100 dollar ke rekening mama sekarang."

:Mey
"aku tak diijinkan manu keluar, lagipula dia belum menjadi suamiku."

Mam soraya:
"anak tak tahu terimakasih...!"

***

"mama kenapa sih? Pasti uangnya akan mama pakai shopping bersama yosie dan papa" ucap mey bertanya tanya.

🌱

Singkat waktu pun menunjukan pukul 12 siang dan lita pun pulang sekolah di jemput oleh supir pribadinya.

"mommy ...." teriak lita yang baru memasuki mansion.

"ohh...hai lita kenapa begitu senang, ada apa coba cerita." tanya mey mulai duduk bersama lita.

"aku pulang...." ucap manu memasuki mansion.

"wah pas ada daddy." ucap lita

"ada apa sayang? " tanya manu mulai duduk di sofa.

Tita pun menceritakan semua yang teman temannya katakan tentang mommy mey.

"wahh senangnya memiliki mommy yang cantik dan baik." ucap tita memeluk limey.

Manu beserta mey hanya tersenyum melihat lita yang begitu bahagia.

"daddy temani tita jalan jalan yu, bersama mommy juga" pintanya.

"tentu, tapi kau ganti baju dulu ya." ucap daddy dan lita langsung berlari ke kamarnya.

"jangan berlari litaa" mey melihat kearah lita sambil menggeleng.

"ayo kau pun harus bersiap." ucap manu kepada mey.

"tapi aku tak ada pakaian manu." ucap eva menatap manu.

"aku ada beberapa baju wanita" ujar manu

"umm baiklah." jawabnya.

Mey pun segera mengganti pakaiannya dan manu pun sama.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
My Sugar DuddaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang