Chapter 2

1.5K 29 0
                                        

Akhirnya eva mendapatkan pekerjaan di sebuah restaurant yang jaraknya lumayan jauh dari rumah, ia mendapat bagian cuci piring dan mengepel lantai ketika restaurant itu sudah tutup.

"semoga betah ya.." ucap pegawai lain dengan ramah.

"terimakasih" jawabnya sambil tersenyum.

Eva pun mengerjakan tugasnya yaitu mencuci piring piring kotor.

"eehhh semuanya nona lita datang." ucap salah satu kokki.

"siapa dia?" tanya eva penasaran.

"dia anak pemilik restaurant ini, kau harus bersikap baik kepadanya" ucap si kokki dan eva pun mengangguk.

"katanya disini ada pegawai baru ya, wahh siapa dia?" Tanya lita

"sa...saya"  Eva mengacungkan tangannya.

"wahh cantiknya kakak...." ucap lita dan eva pun tersenyum malu.

"aku harus bilang daddy nihh kalau ada pegawai baru yang secantik kakak." ujarnya lagi dan eva makin tersipu malu.

"silahkan kembali bekerja, semangat yaa kakak kakak." lalita tersenyum manis lalu keluar dapur diikuti beberapa bodyguard.

"wahh kau hebat, baru masuk sudah di sukai nona lita. " ucap pegawai yang lain dan eva hanya tersenyum.

"dia baru berumur 7 thn, tapi restaurant ini sudah atas namanya." sambung pegawai yang lain.



🌱




"daddyy...." panggil lita yang baru memasuki mansion.

"ada apa...?" tanya daddy karna sang anak memasuki ruang kerjanya.

"tadi aku ke restaurant, lalu ada pegawai baru cantik sekali, aku mau dia menjadi mommy ku dad." pintanya.

"apaaa...astaga sayang, daddy saja tak tahu dia siapa." ucap daddy.

"besok kalau daddy tak sibuk kita ke restaurant ya, biar kutunjukan kakak cantik itu kepada daddy." ujarnya kegirangan.

"baiklah baiklah... " jawab daddy sambil mengurap rambut anaknya.


🌱



"Akhirnya aku bisa pulang juga...tapi apa 2 ribu dollar perhari bisa melunasi hutang keluargaku? " pikirnya.

"jadi dari minimarket hanya 1,5ribu dollar perbulan, dan dari restaurant ini hanya 2 ribu dollar, ke mama 10 dollar dan akan ku simpan 500 dollar, 2 ribu dollarnya akan ku bayar kepada pria tadi." ucapnya sambil menghitung uang dan mencatatnya di buku.



Tok...Tok...Tok...

"siapa...?" tanya soraya sambil membuka pintu.

"kau sudah kuberi peringatan cepat pindah dari sini, aku tak peduli kau mau tinggal dimana!" ucap bodyguard nya manu.

"tapi apa tidak bisa di beri waktu lagi anakku sedang berusaha bekerja untuk mendapat tambahan uang." ucap mama soraya.

"iyaa tuan tolong beri kami waktu beberapa hari saja." pinta papa.

"aku tidak mau tahu, kalian semua keluar dari rumah ini sekarang, atau aku harus bermain kasar...!" tegas bodyguard.

"ba..baik" jawab mama lalu masuk kedalam rumah dan mengemasi barang barang nya beserta papa dan juga yosie.

"aku tak mau membawamu bersama ku...!" ucap papa memukul eva menggunakan gesper.

"kau anak tak tahu diri, kalau bukan karna ku, mungkin kau sudah tidur di depan toko...!" ucap mama memukul eva menggunakan sapu.

My Sugar DuddaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang