Sebuah pertemuan tak terduga, berawal dari bekerja di minimarket, dan juga menjadi tukang pencuci di restaurant ternama di Washington D.C.
Akan menjadi nyonya di mansion dengan suami mafia tampan dan tentunya kaya, beserta anak perempuan cantiknya...
Manu dan Mey pun keluar kamar lita dan masuk ke kamarnya manu ada di lantai 3.
"um...sejak kapan kamar mu di ubah manu...?" tanya mey memasuki kamar.
"tadi pagi tukang memindahan sebagian barang dan mengecatnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"huftt...lelah sekali kuharap aku bisa tidur puas malam ini." Mey mengganti pakaiannya dengan piyama pendek.
"No, you can't baby" ucap manu lalu duduk di sofa kamar.
"you mean...?" jawab mey yang tengah mengancingkan baju piyamanya sambil keluar walk in closet.
"ah sudah nanti saja tengah malam" ucap manu.
"hei! aku ingin bertanya sesuatu" sambung manu menghampiri istrinya yang tengah bermain handphone.
"hmm...apa itu? " tanya mey memalingkan wajahnya menatap sang suami.
"tadi siapa laki laki yang mengajak kau bicara...? apalagi harus jauh dariku" tanya manu menaikkan satu halisnya.
"ummm kasih tau ngga ya" goda mey menatap manu.
"arghhh come on baby i just wanna know" jawab manu duduk di samping mey.
"okay okay...dia mantanku, aku bersamanya 4 tahun, banyak yang berkata kalau mereka mau menikah, eh dua tahun kemudian tak menikah menikah." jelasnya menatap manu.
"dan tadi dia datang sebenarnya ingin mengajakku come back, tapi kan aku sudah menikah dan lagi umm akuu..." sambungnya.
"kau apaa...? masih mencintainya...?" tanya manu memicingkan matanya.
"ya aku masih mencintainya." jawab mey bercanda dengan sedikit tawa.
"ucapkan kalimat itu lagi dan malam ini aku akan membunuhnya." manu dengan tatapan tajam kepada mey.
"astaga tidak manu, maksudnya aku...." gadis itu memotong ucapannya.
"apa.?" tanya manu
"umm... It's just, that I'm starting love you " jawabnya menutup wajah menggunakan bantal.
"do you love me dear? " tanya manu antusias dan mey pun mengangguk.
"akhirnya aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku." manu memeluk istrinya yang sudah blushing.
"I don't want to make love anywhere else, let's just make love here okay" ucap manu.
"apa itu bercinta, oh oh I Know maksudnya itu saling menyayangi kan? " ujarnya kebingungan.
"astaga baby, bukan... maksudku seperti ini" ucap manu menidurkan tubuh mey ke tengah kasur.
Dan mulai menindihinya lalu menciumi bibir serta leher jenjang sang istri dengan penuh kasih sayang.