Chapter 10

1.1K 13 0
                                        

"yosie...? Ada apa kemari? " tanya mey bingung.

"aku akan tinggal disini , wahh rumahnya besar banget lagi." yosie masuk kedalam mansion.

"eehhh...kau tak boleh masuk suamiku akan marah" mey menahan adik tirinya agar ia tak masuk.

"kau jahat sekali." ucap yosie mendorong mey.

"siapa yang meninggalkan ku demi uang? Cepat pergi, sebelum suamiku datang, kalau sampai dia tahu kau datang dia akan marah" mey menatap yosie.

"bodo amat, aku mau tinggal disini." ucap yosie.

"siapa kau...?" ucap seseorang yang tak lain adalah manu.

"m..manu..." limey menatap ke arah pintu.

"manu, aku akan tinggal disini, oh ya mama soraya bilang kalau kau itu papaku." ucap yosie mulai duduk di sofa dengan kaki yang terlentang ke meja.

"kau bukan anak ku, anakku dan soraya hanya lita saja, kau anak laki laki jalanan, pergi dari sini." ucap manu memencet tombol untuk memanggil bodyguardnya.

Datanglah beberapa bodyguardnya manu dengan badan besar.

"ada apa tuan?" tanya salah satu bodyguardnya.

"bawa dia pergi, kalau bisa ke kantor polisi." ucap manu menunjuk yosie.

Tanpa kesulitan satu bodyguardnya bisa mengangkat yosie walaupun gadis jalang itu memberontak.

"kau tak apa?" tanya manu menatap sang istri dengan memegang pinggangnya.

"I'm okay" jawab eva tersenyum.

"oh ya kenapa pulang? " tanya mey bingung.

"ada berkas yang tertinggal di ruang kerjaku" jawab manu.

"aku yang ambilkan ya." mey mulai berjalan menaiki tangga dan masuk ke ruang kerja manu untuk mengambil berkas itu.

"yang ini?" tanya mey menunjukan berkas dengan map merah sambil turun tangga.

"ya itu." jawab manu

"aku langsung berangkat. Kau baik baik disini. Kalau ada apa apa kabari aku." ucap manu mencium sekilas bibir mey lalu pergi.

"bagaimana kalau yosie datang lagi...? astaga kenapa jadi seperti ini" batinnya.

🌱

Mey melihat keluar dan tepat supir pribadinya tita akan menjemput tita.

"paa, aku ikut." ucapnya sedikit berteriak berjalan menghampiri mobil.

Satu bodyguard membukakan pintu mobil agar mey bisa masuk tanpa kesusahan membuka.

Ngengg.....

"oh ya nyonya, apa nyonya tidak bulan madu...?" tanya sang supir.

"umm, tidak pa lita kemarin sakit...?" jawabnya

"oh begitu" jawab si supir.

mey turun dari mobil dan menghampiri pintu gerbang sekolahnya lita.

"mommy...." teriak seorang anak perempuan memanggil mommy, yaa itu lita.

"haii sayang, bagaimana sekolahnya...?" tanya mey berjongkok agar berpapasan dengan lita.

"sangat seru mom, aku tadi menggambar daddy, mommy, dan lita juga, nanti aku perlihatkan ke mommy" ucapnya senang.

"wahh...baiklah ayo kita pulang." mey bangkit lalu mendendeng lengan lita.

Setelah mereka sampai di mansion 6 jam berlalu dan waktunya manu pulang.

"sore tuan." ucap bodyguard sambil membukakan pintu mobil untuk manu.

My Sugar DuddaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang