Chapter 11

876 15 0
                                        

Terliha seorang wanita yang duduk di sofa sambil membawa buku,  ia segera duduk di sofa bersama wanita itu.

"selamat sore Mrs. Xander, saya Grace, ingin mengajak anda untuk arisan, aman ko banyak yang mengikuti juga, Mrs. Xander harus ikut." jelas ibu setengah tua bernama Grace.

"umm...aku harus bertanya kepada suamiku dulu." jawab mey menatap wanita itu.

"tak perlu bertanya kepada Mr. Xander, anda hanya perlu membayar 100 dolar setiap bulan, nanti setiap 6 bulan akan diumumkan siapa pemenangnya." jelas bu Grace.

"sebentar ya, aku akan kebelakang dulu." mey bangkit lalu berjalan ke ruang kerjanya manu.

"siapa yang datang...?" tanya manu bangkit dari duduknya.

"bu Grace, dia mengajak ku arisan, tapi aku tak boleh bilang dulu kepadamu." jawab mey bingung.

"tak perlu ikut ikut seperti itu, di sini pernah ada yang tertipu oleh wanita jalang itu" ucap manu.

"tapi manu..." ucap Mey terpotong.

"Tidak, biar aku yang bilang kepadanya, kau tunggu disini saja" ucap manu keluar ruangan.

Beberapa menit kemudian manu kembali dengan muka kesal entah karna apa.

"bagaimana.?" tanya mey penasaran.

"dia keras kepala, malah menamparku, tapi aku tetap tak menijinkanmu mengikuti arisan sialan itu." ucap manu.

"iya iya baiklah." mey mengusap pipi manu dengan penuh kasih.

"kau harus nurut kepadaku, apapun yang aku katakan kau harus ikuti, itupun demi kebaikan mu juga." ucap manu memegang pinggang meyy.

"iyaiya sayang aku mengerti." jawabnya tersenyum.



5 Day later.

"Manu wakeup...kau harus ke kantor ayo." Mey menggoyangkan tubuh manu agar suaminya itu bangun.

"honey kau membangunkan pria tampan yang sedang tidur." ucap manu dengan mata yang masih menutup.

"ah yasudah terserah kau saja, aku akan ke sekolah lita, ada rapat." Jawabnya.

"aku tak ada jadwal meeting hari ini sayang." ucap manu membuka mata lalu duduk.

"yasudah, tapi kau harus mandi, aku tak mau kau bau" Mey bangkit.

"aku ikut ke sekolahnya lita" ucap manu.

"hmmm...cepat mandi" titah mey duduk di kursi meja riasnya.

Akhirnya manu mandi dengan cepat karna ia akan ikut ke rapat orang tua di sekolahnya lita.

"sayang...apa kau sudah siap? " tanya mey mengetuk pintu kamar.

"sudah mom" jawabnya dari dalam kamar.

"apa saja yang harus ku bawa?" tanya lita kembali melihat mommy memasuki kamarnya.

"tak perlu bawa apa apa sayang." jawabnya duduk di pinggiran kasur.

"mom...mom..." panggilnya.

"hmm yaa apa? " tanya mey menatap sang anak.

"kemarin mommynya Queenze datang ke sekolah, perutnya besar sekali, aku bertanya pada Queenze, dan dia bilang kalau mommy nya sedang mengandung adiknya." jelas lita antusias.

"oh yaa...lalu? " tanya mey kebingungan.

"umm...apa di perut mommy ada adiknya lita...?" tanya gadis kecil itu dengan hati hati.

"ada sayang." jawab manu yang tiba tiba datang.

"serius dad...?" tanya lita kembali dan manu mengangguk.

My Sugar DuddaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang