"baiklah kita akan main di taman, tapi kau tak boleh jauh jauh dari daddy dan mommy okay...!" ucap manu menatap anaknya.
"okay dad." jawab lita senang lalu manu memarkirkan mobilnya.
"aku akan disini saja." ucap mey memainkan handphone nya.
"come on mommy, kau harus ikut." ucap lita membuka pintu mobil samping mey.
"umm...tak usah, mommy disini saja ya." jawabnya tersenyum.
"daddy....." teriak lita menatap ke arah manu.
"ikut saja sayang.." ucap manu.
"tapi..." jawab mey terpotong karna lita segera menariknya keluar mobil.
"manu....aku takut kejadian itu terulang lagi." ucapnya menunduk.
"tak akan sayang." jawab manu memeluk pinggang mey agar ia tenang.
"mommy jangan sedih, maafkan aku ya. " lita memeluk mey yang sedikit khawatir.
"mommy tak apa apa sayang." limey menatap lita dengan senyumanny.
Akhirnya mereka pun membeli ice cream lalu duduk di kursi taman yang tepat diatasnya ada pohon.
"manu tolong foto aku" pintanya duduk di kursi taman sembari menunggu ice cream
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"lihat cantik kan??" tanya manu menunjukkan hasil potretan nya.
"ihh aku terlihat gendut" mey menatap manu dengan sedikit cemberut.
"itu bukan gendut sayang, itu semok hahahha" bisik manu saat kata yg uthor garis bawahi.
mey mencubit pinggang manu dan mereka tertawa.
beberapa menit kemudian ice cream pun jadi, manu mey dan pita pun memakannya di kursi pinggir taman itu.
"mom ice cream nya enak kan...?" tanya lita .
"mommy...?" panggilnya lagi.
"eeehhh...iya kenapa sayang?" tanya mey.
"mommy memikirkan apasih..?" tanya lita bingung.
"umm...tidak ko" jawabnya tersenyum.
"aww...aduhh..shhh" rintih mey merasakan sakit perut.
"eehh mommy kenapa...? " tanya lita panik.
"daddy...." teriaknya memanggil manu yang sedang membayar ice cream.
Manu segera menghampiri lita dan mey.
"kau kenapa...?" tanya manu ikut panik.
"aku tak tahu, perut ku sangat sakit." jawabnya memegangi perut.
"kita kerumah sakit sekarang, lita cepat habiskan ice cream mu." ucap manu.
Manu memopong mey kearah mobil, dan lita cepat cepat menghabiskan ice cream nya lalu mengelap tangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Sugar Dudda
RandomSebuah pertemuan tak terduga, berawal dari bekerja di minimarket, dan juga menjadi tukang pencuci di restaurant ternama di Washington D.C. Akan menjadi nyonya di mansion dengan suami mafia tampan dan tentunya kaya, beserta anak perempuan cantiknya...
