Di perjalanan ke sekolah lita manu menelfon bodyguard dan pelayannya untuk menanyai tentang mey.
...
Manu: "apa nyonya melakukan sesuatu...?
BG: " tidak tuan, nyonya tadi membantu pelayan mengepel lantai dan membuat kue.
Manu: " baiklah terimakasih."
BG: "sama sama tuan"
Tittt...
...
"sudah kubilang dia tak mungkin bersikap seperti apa yang jalang itu katakan." manu memarkirkan mobilnya di parkiran sekolah lita.
"ko ada mobil daddy." gumamnya yang baru keluar dari sekolah.
Tok...
"daddy..." seorang gadis kecil mengetuk keca mobil.
"masuk sayang." jawab manu membuka pintu mobil dari dalam.
"tumben daddy yang jemput lita." ucapnya duduk di kursi sebelah manu.
"daddy akan membeli hadiah untuk mommy, kau bantu pilihkan okay." ucap manu.
"okay dad." jawabnya sambil mengacungkan jempol.
Manu dan lita mencari toko bunga lalu membeli beberapa ikat bunga.
"mommy suka yang ini dad." lita memegang bunga berwarna pink.
"kita beli apa lagi...?" tanya manu sambil menyimpan bunganya di kursi belakang.
"apa mommy tak kesusahan memakai pakaian biasa jika nanti perutnya membesar sama seperti mommynya Queenze dad...?" tanya lita.
"mungkin, sepertinya kita akan membeli beberapa baju ibu hamil." ucap manu.
Manu dan anaknya pergi ke sebuah toko pakaian untuk membeli beberapa pakaian untuk ibu hamil.
"dad yang ini bagus." lalita menunjukan 4 baju dengan warna yang berbeda.
"okay, masukan saja kedalam keranjang." jawab manu.
Mereka kembali ke mansion dengan sudah membeli beberapa baju dan bunga untuk di hadiahkan kepada limey.
"mommy....I'm home" lalita dan manu bersamaan.
"astaga kalian membuatku cemas saja." mey berjalan keluar mansion sedikit.
"ini untuk mu, terimakasih sudah menjadi istri yang baik." ucap manu memberikan bunga dan beberapa tas berisi pakaian kepada mey dengan mencium pipinya.
"ini untuk mommy." ucap lita membawa sisa tasnya.
"aaaaa....thank you so much" Mey memeluk keduanya.
"aku sudah membuat kue tadi, kalian mau coba...?" tanya mey sambil tersenyum manis.
"tentu sayang." jawab manu menarik pinggang mey sambil mendendeng lengan kecil lita.
"enak tidak...?" tanya mey menatap suami beserta anaknya yang tengah menyicipi kue buatannya.
Manu dan lita mengacungkan jempol dengan bersamaan sambil memegang sendok kecil membuat mey terkekeh geli.
"lita mandilah, nanti malam kita akan jalan jalan karna besok kau libur." ucap manu.
"asikk...okay dad aku akan cepat cepat mandi dan bersiap." jawabnya sedikit berlari menaiki tangga.
"jangan berlari sayang." mey sedikit berteriak melihat kepergian lita.
"Sayang...maaf karna sudah tidak mempercayaimu." ucap manu bangkit lalu memeluk tubuh mey dari belakang.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Sugar Dudda
RandomSebuah pertemuan tak terduga, berawal dari bekerja di minimarket, dan juga menjadi tukang pencuci di restaurant ternama di Washington D.C. Akan menjadi nyonya di mansion dengan suami mafia tampan dan tentunya kaya, beserta anak perempuan cantiknya...
