Chapter 6

1.2K 18 0
                                        

Tok... Tok... Tok...

"daddyy.... Kenapa mommy mey tak ada di kamarnya..."alita mengetuk pintu kamar daddynya.

Manu membuka pintunya dan lita segera memeluk manu sambil menangis.

"kau kenapa? " tanya manu keheranan.

"mommy limey, dia kemana daddy...?" tanya lita dipelukan daddynya.

"aku disini sayang" saut mey dari belakang manu.

"mommy mey....? " lalita berlari memeluk mey.

"mulai sekarang dia akan tidur bersama daddy, dan bulan depan kita akan menikah." ucap manu.

"dan kau akan memiliki adik. " sambung manu sambil berbisik ke telinga putrinya.

"haaa...benarkah. asikkkk aku akan punya mommy, dan adik sekaligus" teriaknya girang sambil loncat loncat.

"manu....!" peringat mey dengan dahi yang berkerut.

"stt..." desis manu merangkul mey.

"mommy, temani aku mandi yuk." pinta lita.

"baiklah come on" jawab mey dengan senang hati.

limey menemani lita mandi.

"mommy ....?" panggil lita.

"ya lalita...?" tanya eva.

"aku ingin punya adik perempuan ya, apa bisa 2 sekaligus?" tanya lita.

"apa...2 umm nanti kau tanya daddy mu saja yaa." jawab mey bingung sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

Mey pun selesai memandikan lita langsung memberikan piyama yang baru saja di beli tadi.

"waaaa, sangat bagus, apa ini baru beli? " tanya lita dan mey mengangguk.

"kau ingin pakai yang mana? " tanya mey menunjukkan beberapa piyama.

"yang ini" ucapnya mengambil piyama bergambar princess berwarna pink.

Mereka berdua pun turun untuk makan malam, setelah selesai mey menemani lita untuk mengerjakan pr.

"lita sudah tidur? " tanya manu melihat mey yang baru sampai ke kamar.

"sudah, setelah selesai mengerjakan pr nya dan membacakannya dongeng dia langsung tidur." jawabnya dan manu mengangguk.

mey bangkit lalu berjalan ke arah kamar mandi.

"mau apa? " tanya manu.

"mandi, aku gerah." jawab mey.

"pakai air hangat...!" titah manu dan ia mengangguk lalu mengacungkan jempolnya.

Setelah selesai mandi ia melihat hanya ada handuk yang biasa manu pakai untuk melilit pinggang manu.

"manu apa tak ada handuk lain? " tanya mey sedikit berteriak.

Manu tak mendengarnya karna ia sedang menonton film action.

"huftt...dia kemana sih" omel mey karna manu tak kunjung datang.

Akhirnya ia keluar kamar mandi dengan menggunakan handuknya manu.

"astaga baby...apa kau ingin menggodaku hmm...?" ucap manu langsung berdiri dan menghampiri mey.

"diamlah, aku sudah bertanya tadi, apa tak ada handuk tapi kau tak mendengarnya huft..." omelnya.

"maafkan aku sayang volume film nya terlalu kencang..." ucap manu sambil memeluk mey.

"menyingkirlah manu..." mey menggeliat karna manu terus memeluk nya.

"pakai bajunya disini ya, di depanku" pinta manu.

My Sugar DuddaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang