Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hari Minggu, seperti biasa Jungwon punya banyak kegiatan: membersihkan rumah. Untungnya dia tak sendiri karena Heeseung juga membantunya meski harus kena marah Heeyoung dulu.
Sekarang ini, Jungwon sedang menyapu lantai. Mulai dari lantai atas hingga lantai bawah. Jika kegiatan menyapu sudah selesai, maka Jungwon akan segera mengepelnya. Setiap hari libur, Jungwon memang banyak mengeluarkan tenaga, padahal harusnya dia beristirahat setelah enam hari bersekolah.
Heeyoung selalu menyuruh ini dan itu pada Jungwon, seperti tak mau anak bungsunya itu beristirahat meski sejenak. Karena tak bisa membantah, mau tak mau Jungwon terus menurut.
Jungwon iri pada Sunoo. Di rumah, Sunoo paling diistimewakan oleh sang bunda; paling di sayang dan paling banyak mendapat perhatian. Terkadang, Jungwon ingin menjadi Sunoo meski hanya sehari; ingin merasakan bagaimana rasanya diistimewakan sang bunda.
“Setelah dari rumah sakit, Sunoo mau pergi kemana?”
Jungwon yang sedang menyapu ruang tamu menoleh ke tangga begitu mendengar suara bundanya.
“Kemana saja asalkan bersama bunda,” jawab Sunoo. Keduanya menuruni tangga bersama-sama. Hari ini adalah jadwal Sunoo check up ke dokter.
“Eo, hari ini Sunoo hyung ke dokter, ya? Semoga hasilnya baik.”
Sunoo dan sang bunda berhenti, kemudian menoleh pada Jungwon yang baru saja bersuara.
Jungwon tersenyum hingga menampilkan lesung pipinya.
“Tak usah peduli padaku,” kata Sunoo.
Senyum Jungwon meluntur.
Sunoo menoleh pada bundanya dan tersenyum cerah. “Ayo bunda kita pergi sekarang,” ucapnya kemudian, dan bundanya itu langsung mengangguk sambil tersenyum juga. Sejurus kemudian, keduanya pergi meninggalkan Jungwon yang berdiri di tempat.
Jungwon menghela napas dan mengembuskannya pelan. Dia benar-benar peduli pada Sunoo, tapi kakaknya itu tak suka jika dia peduli padanya.
“Jungwon-ah.”
Jungwon menoleh pada Sunghoon yang menuruni tangga.
“Iya, Hyung?”
“Tolong cucikan sepatuku dan sepatu Jaeyoon sekarang, nanti sore akan dipakai les,” kata Sunghoon, lalu pergi ke arah dapur.
“Iya, Hyung.”
• • •
Jungwon duduk bersandar di tembok kamar. Tangannya menggeser satu kardus berisi barang-barang miliknya. Jungwon berniat untuk membereskan ulang karena sudah mulai berantakan.
“Eo? Sudah lama tidak melihat ini.” Jungwon mengambil sebuah buku usang. Itu adalah buku milik ayahnya. Di dalam buku itu terdapat foto-foto masa kecil; dibuat khusus untuk Jungwon.