FALL WINDS | 30

3.8K 631 151
                                        

Mulmednya jgn lupa di play bentar. Cocok bgt buat fall winds, jadi makin bawang 🙂

Pukul dua dini hari, Sunoo terbangun karena jantungnya terasa sakit, tapi untung tak sesakit biasanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pukul dua dini hari, Sunoo terbangun karena jantungnya terasa sakit, tapi untung tak sesakit biasanya. Beberapa saat kemudian, suara isakan tangis pelan membuat kepalanya tertoleh. Sunoo lihat, Jungwon tengah berbaring membelakanginya dengan seluruh tubuh ditutupi selimut.

Jungwon tak tertidur, Sunoo tahu itu. Tak salah lagi, si anak bungsu tersebut sedang menangis dalam diam. Sunoo bisa melihat punggung Jungwon bergetar pelan. Jujur saja, ini sudah kesekian kalinya dia melihat sang adik menangis di waktu dini hari.

Tak mau ambil pusing, Sunoo pun memilih untuk tidak memperdulikannya selagi tak berisik. Selanjutnya, dia tidur menghadap ke kiri; membelakangi Jungwon yang berbaring di futon.

"Ayah ..."

Sunoo yang sudah memejamkan mata kembali membuka indera penglihatannya tersebut begitu mendengar Jungwon memanggil sang ayah.

"Ayah ..."

Jungwon kembali memanggil ayahnya. Sunoo yang mendengar itu memilih untuk tetap diam agar Jungwon tak mengetahui bahwa dia terbangun.

Adiknya itu memanggil sang ayah dengan suara lirih. Sunoo yang mendengar itu merasakan ada sesuatu yang berbeda di hatinya. Matanya mendadak jadi panas, alhasil dia segera memejamkan mata lagi dan memutuskan untuk lanjut tertidur.

Masa bodoh dengan Jungwon yang menangis.

• • •

Jungwon melangkahkan kaki sambil melihat sekelilingnya. Dia tak tahu sedang berada di mana, yang jelas dia ada di sebuah padang rumput yang sangat luas.

"Aku ada di mana?" Jungwon bertanya sambil terus melangkah. Dia tak melihat ujung dari tempat itu. Namun yang jelas, tempat itu cukup indah. Warna hijau rumput serta birunya langit membuatnya tenang.

"Heeseung hyung!!" Jungwon berteriak memanggil sang kakak. Tapi, tak ada sahutan sama sekali.

"Jungwon-ah!!"

Jungwon menoleh. Matanya menyipit untuk menajamkan penglihatan agar bisa melihat jelas orang yang baru saja memanggilnya.

"Eo? Riki-ya."

Jungwon segera berlari menuju temannya yang melambaikan tangan.

"Kau ada di sini? Aku kira hanya aku seorang saja," kata Jungwon setelah menghampiri Riki.

Riki tersenyum menanggapinya.

"Ada yang ingin bertemu denganmu," ungkap Riki kemudian.

Jungwon menekuk alis. Ada yang ingin bertemu dengannya di tengah-tengah padang rumput yang luas ini? Siapa?

[✓] FALL WINDSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang